Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
12 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
14 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
3
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
8 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
4
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
20 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
5
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
9 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
6
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
7 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Home  /  Berita  /  Non Olympic
DETEC International Junior Championship 2026

Juara Ganda Putra Bersama Mika, Komang: Rasanya Seru Bermain Lagi Bersama

Juara Ganda Putra Bersama Mika, Komang: Rasanya Seru Bermain Lagi Bersama
Komang Bagus Wahyu Purustama. (Ist)
Jum'at, 05 Juni 2026 23:21 WIB
Penulis: Azhari Nasution

SUKOHARJO - Duet putra Indonesia, Komang Bagus Wahyu Purustama (14 tahun) dan Joachim Mika Gunawan, (17) menjuarai turnamen DETEC International Junior Championship, Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (5/6/2026).

Bertanding di Stadion Tenis Gelora Merdeka, unggulan kedua ganda putra mengatasi unggulan pertama, Rafa Jeconia Verdasco Mangunsong (16) dan Alfaradu Sumirat (17) dalam dua set langsung, 7-6(2), 6-3.

"Pertandingannya berlangsung sengit. Di set pertama, Alfa sama Rafa bermain nge-press. Aku enggak siap buat ngembaliin pukulannya. Balasanku kebanyakan out atau net. Kadang-kadang aja masuknya. Untungnya bisa fokus di tie break. Terus di set kedua, Rafa kram kaki. Jadi, kami fokus buat nyelesaiin pertandingan dengan lebih cepat, enggak mati sendiri dan main lebih rapih," ujar Komang, atlet binaan Kentoeng Tennis Academy Sukoharjo ini.

Gelar ganda di atas memiliki arti yang berbeda bagi kedua petenis belia. Mika meraih gelar ITF (International Tennis Federation) untuk pertama kalinya. Komang, lebih istimewa lagi, menyapu bersih gelar ganda turnamen bertitel resmi ITF J30 Sukoharjo--pada pekan pertama, Komang juara dengan menggandeng Rangga Wisnu Kresna Rafansyah (18).

"Saya sangat bangga dengan pencapaian ini. Rasanya seru kembali bermain bareng Mika. Kami lebih kompak, bisa saling melengkapi dalam pertandingan. Saya belajar dan evaluasi pas main bareng pertama kali di ITF Jakarta. Jadi, ketika Mika ngajak lagi setelah saya pulang dari Davis Cup, saya langsung mengiyakan ajakan," ujar Komang, siswa SMPN 1 Bendosari, Sukoharjo, Jawa Tengah ini

Senada, Mika juga menyanjung penampilan Komang sepanjang berduet di seri kedua. Mika menilai Komang adalah petenis yang komplit. Backhand dan forehand Komang, menurutnya, sama baik.

"Tangannya Komang itu istimewa. Enak mainnya," papar Mika, siswa Life Community School, Jakarta Barat.

Komang pun enggan langsung berpuas diri. Petenis asal Bali mengungkapkan bahwa pencapaian ini memotivasinya untuk berlatih lebih giat. Dirinya bertekad untuk meningkatkan prestasi supaya bisa bertanding di luar negeri, pada kasta turnamen ITF yang lebih tinggi.

Sementara itu, Rafa Jeconia mesti meregulasi kekecewaannya atas kekalahan di final ganda putra. Pasalnya, Rafa akan menjalani ulangan final tunggal pekan pertama. Ia  kembali menantang petenis asal Amerika, Brandon Putra, pada final tunggal putra ajang entry level ITF.

Sayangnya, prestasi petenis putra tidak direplikasi petenis putri. Harapan terakhir tuan rumah, duet Kaylee Tandjung (16) dan Quirina Trea (16) kembali menempati posisi runner up, seperti capaian pekan pertama. Mereka mesti mengakui ketangguhan unggulan teratas dari Taiwan-Tiongkok, Ke Chieh Hsu dan Xinran Yan, 1-6, 2-6 pada partai final.

Kedua juara ganda putri di atas pun akan memperebutkan podium tertinggi tunggal putri. Dalam partai final ideal, kedua petenis Asia Timur sama-sama mengincar trofi tunggal ITF perdananya. ***

wwwwww