Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
12 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
12 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
13 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
13 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
13 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Non Olympic
DETEC International Junior Championship 2026

Brian Duan dan Ke-Chieh Hsu Rajai Nomor Tunggal

Brian Duan dan Ke-Chieh Hsu Rajai Nomor Tunggal
Petenis Chinese Taipei, Ke-Chieh Hsu. (Ist)
Sabtu, 06 Juni 2026 19:49 WIB
Penulis: Azhari Nasution

SUKOHARJO - Petenis mancanegara menguasai nomor tunggal turnamen pekan kedua DETEC International Junior Championship 2026. Pada pertandingan final di Stadion Tenis Gelora Merdeka, Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu (6/6/2026), Brian Duan asal Amerika Serikat, menjuarai sektor putra sementara Ke-Chieh Hsu dari Chinese Taipei, menjuarai sektor putri.

Hsu, bahkan, mengawinkan gelar tunggal dan ganda pekan kedua. Unggulan pertama meraihnya dengan mengalahkan pasangan gandanya sekaligus unggulan kedua asal Tiongkok, Xinran Yan, 6-2, 6-3.

"Aku sangat senang bisa meraih gelar tunggal ITF (International Tennis Federation) Junior pertamaku di Sukoharjo. Capaian ini berkat kerja keras pelatihku serta dukungan dari orang tuaku," ujar Hsu, pemilik tiga gelar ganda ITF Junior.

Hsu pun mengungkapkan bahwa dirinya bertekad untuk bermain di kasta yang lebih tinggi dalam tiga tahun ke depan. Punggawa Tim Nasional Taiwan U-14 menargetkan terjun ke sirkuit profesional saat berusia 16 tahun.

Berkat kawin gelar di atas, dirinya berhak atas 36.25 poin (30 + 25:4), bobot poin nomor ganda hanya dihitung 25% dari 6 turnamen terbaik. Peringkatnya diperkirakan  melonjak ke 860-an junior dunia. Merujuk pada tren turnamen ITF di Asia, peringkat tersebut cukup meloloskannya ke kualifikasi ITF J100.

Sementara itu, Brandon meraih gelar tunggal ITF Junior kedua usai membalaskan kekalahan dari petenis tuan rumah, Rafa Jeconia Verdasco Mangunsong. Dalam partai ulangan final pekan pertama itu, Brandon unggul 7-5, 6-2.

Brandon pun masih akan melanjutkan petualangannya di Indonesia. Petenis kidal ini berniat untuk mengikuti dua pekan ITF J60 Jakarta pada awal Juli. Bukan tanpa alasan, prestasinya di kawasan Nusantara ini terbilang bagus.

Ikut serta dalam tujuh turnamen internasional di Indonesia, Brandon telah mengumpulkan tiga gelar. Selain juara tunggal dalam edisi kelima turnamen internasional besutan DETEC (Deddy Prasetyo Tennis Club), petenis 16 tahun ini pernah mengawinkan gelar di kejuaraan selevel, ITF J30 Surabaya tahun lalu.

Dengan tambahan 30 poin ITF, peringkat internasionalnya diperkirakan melambung 300 peringkat. Ia akan bertengger di 580-an dunia.

Hasil di atas pun mengakhiri dua seri turnamen bertitel resmi ITF J30 Sukoharjo. Anshari Nuraida selaku Direktur Turnamen mengaku puas dengan penyelenggaran event ini. Dirinya juga mensyukuri hasil positif yang diraih para petenis tuan rumah, tiga gelar di pekan pertama dan satu gelar di pekan kedua. ***

wwwwww