Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
13 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
8 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
13 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
12 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
9 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Home  /  Berita  /  Ekonomi

MMIX Bangun Pabrik Popok di Tangerang, Bidik Setengah Pendapatan dari Bisnis Bayi

MMIX Bangun Pabrik Popok di Tangerang, Bidik Setengah Pendapatan dari Bisnis Bayi
Perusahaan popok bayi, PT MMIX. (Ist)
Senin, 08 Juni 2026 12:35 WIB
Penulis: Bimo Putro Prihandoko
JAKARTA - PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX) mempercepat transformasi bisnisnya dengan masuk ke sektor manufaktur popok bayi. Perusahaan yang sebelumnya dikenal sebagai distributor produk kesehatan dan personal 89jm 9care itu kini membangun fasilitas produksi sendiri untuk memperkuat merek MIUBaby yang telah dipasarkan melalui jaringan ritel modern nasional.

Langkah tersebut menandai perubahan strategi MMIX dari model bisnis distribusi menuju manufaktur terintegrasi. Perseroan menargetkan lini bisnis popok bayi menjadi salah satu sumber pertumbuhan utama pendapatan pada 2026.

Corporate Secretary MMIX, Synthia Wijaya, mengatakan ekspansi ke sektor perawatan bayi merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas portofolio bisnis pada segmen yang memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang.

"Perseroan melihat peluang besar di sektor personal care dan baby care yang terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap produk perawatan bayi," kata Synthia dalam keterangan tertulis, Kamis (4/6/2026).

Untuk merealisasikan rencana tersebut, MMIX membentuk perusahaan patungan bernama PT Multi Nice Paper Indonesia (MNPI) bersama perusahaan manufaktur asal Tiongkok, Fujian Nice Paper.

Melalui perusahaan patungan itu, MMIX sedang menyelesaikan pembangunan pabrik popok bayi di Tangerang, Banten. Fasilitas yang berdiri di atas lahan seluas satu hektare tersebut akan menjadi basis produksi utama merek MIUBaby

Pada tahap awal, pabrik akan mengoperasikan satu lini produksi dengan kapasitas sekitar 72.000 popok per hari.

Dalam pengembangan berikutnya, kapasitas produksi direncanakan meningkat hingga 10 lini produksi dengan potensi output mencapai 1,8 miliar popok per tahun.

Menurut Synthia, kehadiran fasilitas produksi lokal diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat pengendalian kualitas produk.

"Kami berharap produksi dalam negeri dapat memberikan efisiensi biaya, memperkuat rantai pasok, serta meningkatkan daya saing produk di pasar nasional," ujarnya.

Saat ini produk MIUBaby telah dipasarkan melalui jaringan minimarket nasional, termasuk Indomaret dan Alfamart, yang menjadi kanal distribusi utama perusahaan.

MMIX menargetkan segmen baby care dapat menyumbang sekitar 40 hingga 50 persen dari total pendapatan perseroan sepanjang 2026.

Target tersebut didasarkan pada proyeksi pertumbuhan pasar produk bayi domestik yang masih cukup besar.

Perseroan juga memperkirakan pertumbuhan bisnis baby care dapat mencapai dua digit seiring meningkatnya kapasitas produksi dan perluasan distribusi produk.

Transformasi dari distributor menjadi produsen dinilai menjadi langkah penting bagi MMIX untuk meningkatkan nilai tambah bisnis.

Dengan menguasai produksi dan distribusi secara bersamaan, perusahaan berupaya memperkuat posisi di industri barang konsumsi yang semakin kompetitif.

Di pasar modal, strategi ekspansi tersebut menjadi salah satu faktor yang mendapat perhatian investor karena dinilai berpotensi memperkuat fundamental bisnis perusahaan dalam jangka panjang.  ***

Editor:Azhari Nasution
Kategori:Ekonomi, DKI Jakarta
wwwwww