Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
18 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
18 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
11 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
4
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
19 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
5
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
10 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
6
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
20 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Home  /  Berita  /  Nasional

Wajah Dipajang Tanpa Izin di Film Pesta Babi, Mama Sinta Desak Polisi Tangkap Pelaku

Wajah Dipajang Tanpa Izin di Film Pesta Babi, Mama Sinta Desak Polisi Tangkap Pelaku
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin bersama Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Bhudi Hermanto menggelar Konferensi Pers di Mapolda Metro jaya, Selasa (2/6/2026). (Foto: Antara)
Selasa, 09 Juni 2026 22:29 WIB

JAKARTA - Tokoh perempuan adat asal Merauke, Papua Selatan, Yasinta Moiwend membongkar siasat tipu daya yang dialaminya terkait pemutaran film 'Pesta Babi'. Wajahnya dipajang di layar lebar tanpa izin.

Peristiwa ini membuat perempuan yang akrab disapa Mama Sinta tersebut syok berat dan merasa harga dirinya dilecehkan.

Siasat Licik di Jayapura

Kejadian yang menguras emosi ini berawal pada 8 April 2026. Korban diajak oleh seorang pria bernama Tigor menuju Susteran Maranatha-Waena di Jayapura.

Dengan kepolosannya sebagai masyarakat adat, korban mengira diundang untuk ritual adat potong babi yang sebenarnya.

"Yang ajak saya ke Jayapura untuk kegiatan (nonton Pesta Babi) itu Bang Tigor. Jadi setelah selesai kegiatan, dia ajak kita nonton film Pesta Babi. Jadi saat itu saya tahunya mau potong babi betulan. Ternyata kita naik Susteran Maranatha, yang diputar ternyata film Pesta Babi," ungkap Mama Sinta saat mengingat kejadian tersebut.

Kecewa Wajah Ditonton Banyak Orang

Kekecewaan korban memuncak saat pemutaran film dimulai. Sinematografi karya Dandhy Laksono dan Cypri Paju Dale itu menampilkan wajah korban secara jelas.

Korban menegaskan tidak pernah mengetahui atau menyetujui proses produksi film komersial tersebut.

"Di situ saya lihat sendiri, saya saksikan sendiri. Kenapa wajah saya ditampilkan di depan banyak orang tanpa seizin dari saya. Itu yang saya sakit hati dan kecewa dengan keluarga saya," tegasnya lirih.

Tuntutan Hukum dan Penghentian Tayang

Tidak terima dengan perlakuan tersebut, korban resmi melapor ke Polda Metro Jaya pada 28 Mei lalu. Korban meminta perlindungan hukum dan keadilan yang adil.

Tuntutan utama korban meliputi:

  • * Stop Pemutaran: Melarang keras penayangan film 'Pesta Babi' di seluruh platform dan lokasi.
  • * Sanksi Tegas: Meminta aparat penegak hukum memproses siapa saja yang nekat memutar film tersebut.

"(Apakah meminta untuk pemutaran filmnya dihentikan?) Dihentikan. Seandainya ada yang putar film itu, tolong proses orang itu," pintanya.

Merespons laporan ini, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin menyatakan pada Selasa (9/6/2026) bahwa penyidik tengah mengonfirmasi saksi-saksi terkait pembuatan film tersebut demi menuntaskan perkara. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:inilah.com
Kategori:Nasional
wwwwww