Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
14 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
8 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
7 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
7 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
7 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
DKI Jakarta
8 jam yang lalu
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
Home  /  Berita  /  Nasional

Cegah Rugi Ribuan Triliun, Kebijakan Ekonomi Prabowo Bikin Singapura 'Ngamuk'

Cegah Rugi Ribuan Triliun, Kebijakan Ekonomi Prabowo Bikin Singapura Ngamuk
Ekonom Gede Sandra (Foto: Dok. Forumkeadilan)
Jum'at, 12 Juni 2026 13:52 WIB

JAKARTA - Kebijakan berani Presiden Prabowo Subianto menata ulang pengelolaan sektor komoditas strategis langsung memicu gelombang perlawanan dari luar negeri. Pembentukan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) sebagai eksportir tunggal CPO, batu bara dan paduan besi (ferroalloy) mendadak melahirkan sentimen negatif 'Sell Indonesia' di kalangan trader Singapura.

Situasi ini dibeberkan secara lugas oleh Ekonom Pergerakan Kedaulatan Rakyat (PKR), Gede Sandra di Jakarta, Jumat (12/6/2026).

Hadirnya PT DSI bertujuan memutus rantai praktik kotor under-invoicing dan transfer pricing. Aktivitas ilegal yang melibatkan pihak asing ini terbukti telah merugikan keuangan negara hingga ribuan triliun rupiah.

"Kan para pemain under-invoicing dan transfer pricing adalah perusahaan-perusahaan yang ada di Singapura. Wajarlah mereka merasa terganggu. Tunggu saja balasannya, kita juga bisa Sell Singapura," papar Gede.

Seruan Balasan

Menghadapi tekanan asing, Gede menilai Indonesia tidak perlu gentar dan justru harus membalikkan keadaan.

"Saya kira, narasi 'Sell Indonesia' harus dilawan dengan 'Sell Singapura'. Saya yakin mereka takut juga. Ingat ya, praktik under-invoicing dan transfer pricing kan melibatkan bisnis mereka di Singapura," tambahnya.

Langkah penertiban sektor tambang dan perkebunan yang diinisiasi Prabowo sejak Oktober 2024 ini merupakan bentuk penerapan ekonomi berbasis Pancasila. Pengelolaan kekayaan alam mutlak ditujukan untuk kesejahteraan rakyat Indonesia.

"Itu kan sesuai konstitusi, pasal 33. Serta nilai-nilai agung dalam Pancasila. Selama ini, Singapura maju karena menjadi trader saja, bahannya kekayaan alam Indonesia. Sekarang mau ditata ulang, mereka ngamuk," urainya.

Boikot Investasi

Sebagai wujud protes atas terganggunya rantai pasok tersebut, pasar keuangan merespons dengan imbauan pelepasan portofolio Indonesia, baik berupa saham, obligasi, SBN dan rupiah.

Sentimen ini terekam jelas dalam pemberitaan The Straits Times dan Bloomberg pada 5 Juni 2026 dengan judul 'Sell Indonesia' sweeps trading desks as Prabowo tightens grip.

"Saya tidak memiliki eksposur sama sekali terhadap Indonesia. Saya tidak akan memberi mereka kesempatan," ungkap Kepala riset hedge fund K2 Asset Management, George Boubouras dalam laporan internasional tersebut. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:inilah.com
Kategori:Nasional
wwwwww