Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
9 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
8 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
8 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
7 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
DKI Jakarta
8 jam yang lalu
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
Home  /  Berita  /  Voli

Lapas Gunung Sindur Panen 110 Kilogram Sayuran Hasil Warga Binaan

Lapas Gunung Sindur Panen 110 Kilogram Sayuran Hasil Warga Binaan
Warga binaan Lapas Gunung Sindur panen sayur. (Ist)
Jum'at, 12 Juni 2026 13:48 WIB
Penulis: Bimo Putro Prihandoko

BOGOR - Lapas Narkotika Kelas IIA Gunung Sindur memanen 110 kilogram hasil pertanian dari lahan pembinaan yang dikelola bersama warga binaan. Hasil panen terdiri atas 50 kilogram terong dan 60 kilogram daun singkong yang kemudian digunakan untuk kebutuhan dapur lapas.

Panen tersebut menjadi bagian dari program ketahanan pangan yang dijalankan secara berkelanjutan di lingkungan pemasyarakatan.

Terong dibudidayakan menggunakan media polybag di area samping lapangan utama, sedangkan daun singkong ditanam di lahan pertanian kawasan Brandang.

Berbeda dengan sejumlah program seremonial, hasil panen di Gunung Sindur langsung dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pangan internal.

Seluruh hasil produksi disalurkan ke dapur sehat lapas dan diolah menjadi menu konsumsi bagi warga binaan.

Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP) Lapas Narkotika Kelas IIA Gunung Sindur, Bagus Dwi Siswandono, mengatakan program pertanian tersebut merupakan bagian dari pembinaan yang mengedepankan produktivitas dan kemandirian.

"Tujuan utama program ini bukan hanya menghasilkan bahan pangan, tetapi membangun budaya kerja, tanggung jawab, dan keterampilan warga binaan. Mereka terlibat langsung sejak proses penanaman, perawatan hingga panen," kata Bagus Dwi Siswandono, Jumat (12/6).

Menurut dia, pemanfaatan lahan yang tersedia menjadi salah satu cara untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus memberikan pengalaman kerja nyata kepada warga binaan.

Program tersebut juga menjadi bagian dari transformasi pemasyarakatan yang menekankan pembinaan berbasis keterampilan.

Melalui aktivitas pertanian, warga binaan didorong untuk memiliki kemampuan yang dapat dimanfaatkan setelah menyelesaikan masa pidana.

Bagus menilai keberhasilan panen kali ini menunjukkan bahwa lahan terbatas di lingkungan lapas masih dapat dioptimalkan menjadi sumber produksi yang bermanfaat.

"Kami ingin program ini terus berkembang. Tidak hanya terong dan singkong, ke depan akan ada komoditas lain yang dikembangkan agar manfaatnya semakin besar bagi pembinaan maupun kebutuhan internal lapas," ujarnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, program ketahanan pangan menjadi salah satu fokus di berbagai unit pemasyarakatan.

Selain mendukung efisiensi kebutuhan pangan, program tersebut juga diarahkan untuk memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan.

Panen 110 kilogram sayuran di Lapas Gunung Sindur menjadi indikator bahwa pendekatan pembinaan berbasis produktivitas mulai menunjukkan hasil yang konkret.

Di balik tembok pemasyarakatan, aktivitas bercocok tanam kini tidak hanya menghasilkan bahan pangan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembentukan keterampilan dan kesiapan warga binaan untuk kembali ke masyarakat. ***

Editor:Azhari Nasution
Kategori:PON, Voli, Jawa Barat
wwwwww