Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
22 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
14 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
3
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
15 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
4
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
15 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
5
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
20 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
6
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
20 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Home  /  Berita  /  PON

Go Public, Kopi Warga Binaan Rutan Depok Laris di CFD

Go Public, Kopi Warga Binaan Rutan Depok Laris di CFD
Stand Kopi Krabu Indonesia hasil karya warga binaan Rutan Kelas I Depok. (Ist)
Minggu, 14 Juni 2026 21:21 WIB
Penulis: Bimo Putro Prihandoko
DEPOK - Rutan Kelas I Depok membawa hasil pembinaan warga binaan ke ruang publik. Dalam kegiatan Car Free Day (CFD) di Jalan Margonda Raya, Depok, Jawa Barat, Minggu (14/6/2026), Rutan Depok memperkenalkan Kopi Krabu Indonesia (Kreasi Anak Bangsa untuk Indonesia) serta berbagai produk kerajinan tangan hasil karya warga binaan.

Langkah ini menjadi upaya menguji sejauh mana produk hasil pembinaan mampu diterima masyarakat sekaligus membuka ruang interaksi antara warga binaan dan publik melalui karya yang dihasilkan.

Kehadiran stan Rutan Depok menjadi bagian dari kolaborasi bersama Kantor Imigrasi Depok yang menggelar program PASPORIA (Paspor Minggu Ceria) di lokasi CFD.

Sejak pagi, pengunjung terlihat memadati area pameran produk warga binaan. Kopi Krabu menjadi salah satu produk yang paling banyak menarik perhatian.

Sejumlah warga terlihat mencicipi kopi tersebut dan berdiskusi mengenai proses produksinya.

Selain kopi, berbagai produk kerajinan tangan hasil pelatihan keterampilan warga binaan turut dipamerkan.

Produk tersebut merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian yang selama ini dijalankan di dalam rutan.

Kepala Rutan Kelas I Depok, Agung Nurbani, mengatakan kegiatan ini sengaja dilakukan untuk memperlihatkan kepada masyarakat bahwa proses pembinaan di lembaga pemasyarakatan tidak berhenti pada aspek pembinaan perilaku, tetapi juga menciptakan kemampuan produktif.

"Kami ingin masyarakat melihat bahwa warga binaan memiliki kemampuan untuk menghasilkan karya yang bernilai.

Produk-produk ini merupakan hasil dari proses pembinaan, pelatihan, dan pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan di dalam rutan," kata Agung Nurbani.

Menurut Agung, keterampilan yang diberikan kepada warga binaan diarahkan agar dapat menjadi bekal ekonomi ketika mereka kembali ke masyarakat.

Rutan Depok menilai salah satu tantangan terbesar dalam proses reintegrasi sosial adalah stigma yang masih melekat terhadap mantan warga binaan.

Karena itu, memperkenalkan hasil karya warga binaan secara langsung kepada masyarakat dianggap menjadi bagian penting dari proses membangun kepercayaan publik.

"Kami berharap masyarakat tidak hanya melihat masa lalu seseorang, tetapi juga melihat proses perubahan dan kemampuan yang berhasil dibangun selama menjalani pembinaan. Itulah tujuan utama kegiatan ini," ujar Agung.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan pemasyarakatan tidak hanya diukur dari keamanan lembaga, tetapi juga dari kemampuan warga binaan untuk kembali hidup mandiri dan produktif setelah bebas.

Berbeda dengan pameran internal, CFD menjadi ruang terbuka yang mempertemukan produk warga binaan dengan masyarakat secara langsung.

Respon positif pengunjung terhadap Kopi Krabu dan berbagai produk kerajinan menjadi indikator bahwa hasil pembinaan memiliki peluang untuk berkembang lebih luas.

Bagi Rutan Depok, kegiatan tersebut bukan sekadar promosi produk, melainkan bagian dari upaya membuktikan bahwa pembinaan dapat menghasilkan karya yang diterima pasar sekaligus membuka jalan bagi warga binaan untuk mendapatkan kesempatan kedua ketika kembali ke tengah masyarakat. ***

Editor:Azhari Nasution
Kategori:PON, Ekonomi, Jawa Barat
wwwwww