Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
20 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
19 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
13 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
4
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
13 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
5
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
13 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
6
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
18 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Home  /  Berita  /  Non Olympic

JAKIM 2026 Sukses, Menpora Erick Sebut Rangkaian Marathon ASEAN 2027

JAKIM 2026 Sukses, Menpora Erick Sebut Rangkaian Marathon ASEAN 2027
Menpora Erick Thohir saat menghadiri Jakarta International Marathon 2026. (Kemenpora)
Minggu, 14 Juni 2026 21:34 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA – Sebanyak 45 ribu runner tampil di Jakarta International Marathon (JAKIM) 2026 yang berlangsung digelar pada 13–14 Juni 2026. Ajang lari berskala internasional tersebut dinilai menjadi langkah positif dalam mendorong masyarakat menerapkan gaya hidup sehat sekaligus memperkuat ekosistem industri olahraga nasional.

Tingginya jumlah peserta menunjukkan semakin besarnya minat masyarakat terhadap olahraga dan aktivitas fisik sebagai bagian dari gaya hidup. Selain itu, penyelenggaraan event olahraga berskala besar juga dinilai mampu memberikan dampak ekonomi yang signifikan melalui sektor sport tourism dan industri olahraga.

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Erick Thohir, menyampaikan bahwa Jakarta International Marathon 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga sarana untuk membangun budaya hidup sehat di tengah masyarakat.

"Jakarta International Marathon 2026 merupakan langkah positif untuk mendorong masyarakat Indonesia semakin mengedepankan pola hidup sehat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi penggerak ekonomi melalui pengembangan sport tourism dan industri olahraga yang terus berkembang," ujar Menpora Erick.

Dengan total peserta mencapai sekitar 45 ribu orang, Menpora Erick menilai capaian tersebut patut diapresiasi. Menurutnya, angka tersebut menunjukkan bahwa olahraga telah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat sekaligus memiliki daya tarik sebagai destinasi wisata olahraga yang mampu memberikan manfaat ekonomi bagi berbagai sektor.

GoNews.co Pelepasan Runner. (Kemenpora)
Pelepasan Runner. (Kemenpora)

Menpora Erick berharap penyelenggaraan event serupa dapat terus berkembang dan menjadi agenda olahraga internasional yang semakin diperhitungkan. Ia mencontohkan sejumlah ajang marathon dunia yang telah berhasil membangun reputasi dan identitas kuat di tingkat global.

"Di dunia terdapat Boston Marathon dan Tokyo Marathon yang telah menjadi ikon olahraga internasional. Mengapa di Asia Tenggara kita tidak memiliki rangkaian event serupa? Mudah-mudahan pada tahun 2027 atau 2028, Indonesia bersama Singapura, Malaysia, dan Filipina dapat berkolaborasi menyelenggarakan rangkaian marathon kawasan ASEAN," ungkapnya.

Gagasan tersebut sejalan dengan semangat kerja sama regional yang telah disepakati dalam Southeast Asia Ministerial Meeting on Youth and Sports (SEAMMYS) yang berlangsung di Bali pada Mei 2026. Salah satu poin dalam Deklarasi Bali menekankan pentingnya kolaborasi dan pertukaran informasi antarnegara Asia Tenggara dalam penyelenggaraan ajang olahraga internasional berskala besar.

Melalui kolaborasi tersebut, negara-negara Asia Tenggara diharapkan mampu meningkatkan kapasitas penyelenggaraan event olahraga, memperkuat konektivitas kawasan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata berbasis olahraga.

Jakarta International Marathon 2026 menjadi salah satu contoh nyata bagaimana olahraga dapat berperan sebagai instrumen pembangunan. Selain meningkatkan kesehatan masyarakat, ajang ini juga berkontribusi dalam membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi Indonesia. ***

wwwwww