Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
6 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
3
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
8 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
4
‎Pulogebang Terima Apresiasi Rp100 Juta dari PAM JAYA Berkat Perluasan Layanan Air
Metropolitan
22 jam yang lalu
‎Pulogebang Terima Apresiasi Rp100 Juta dari PAM JAYA Berkat Perluasan Layanan Air
5
Gibran Tak Penuhi Syarat Wapres Usai Putusan MA, Bola Panas Kini di Tangan Prabowo
Umum
9 jam yang lalu
Gibran Tak Penuhi Syarat Wapres Usai Putusan MA, Bola Panas Kini di Tangan Prabowo
6
KPK Geledah PT Djarum Kudus, Dugaan Manipulasi Cukai Belasan Tahun Rugikan Negara Triliunan
Hukum
11 jam yang lalu
KPK Geledah PT Djarum Kudus, Dugaan Manipulasi Cukai Belasan Tahun Rugikan Negara Triliunan
Home  /  Berita  /  Basket

Menteri Luar Negeri Iran Sebut Israel Biang Kerok Susahnya Damai dengan AS

Menteri Luar Negeri Iran Sebut Israel Biang Kerok Susahnya Damai dengan AS
Menlu Iran Abbas Araghchi. (Foto: Ashara Al-Awsat/Ali Khamaj)
Minggu, 14 Juni 2026 07:37 WIB

JAKARTA - Hubungan diplomatik yang tengah dibangun kembali antara pemerintah Iran dan Amerika Serikat (AS) kini menghadapi cobaan berat. Teheran menuding adanya aktor luar yang secara sistematis berupaya menyabotase negosiasi damai tersebut.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi secara terang-terangan menyebut Israel sebagai pihak yang sengaja memelihara tensi ketegangan di kawasan Timur Tengah dan menolak pemulihan hubungan Washington-Teheran.

"Tentu saja, ada penentang nyata terhadap kesepakatan tersebut, yang dalam hal ini dipimpin langsung oleh rezim Zionis, di mana mereka terus-menerus mencari dalih dan momentum yang tepat hanya untuk menggagalkannya," ungkap Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi lewat siaran wawancara khusus televisi resmi Iran, Sabtu (13/6/2026).

Berawal dari Tragedi Ribuan Nyawa Melayang

Negosiasi alot yang tengah berlangsung adalah jalan panjang untuk mengakhiri konflik mematikan yang meledak 28 Februari lalu. Publik mengingat jelas bagaimana armada tempur AS bersama Israel membombardir titik strategis di wilayah kedaulatan Iran melalui serangan udara brutal.

Kehancuran fasilitas penting akibat agresi tersebut menelan korban jiwa sangat besar, dengan catatan kematian tragis mencapai lebih dari 3.000 orang. Tragedi ini memaksa dunia internasional turun tangan mendesak perundingan damai.

Merajut Kesepakatan di Atas Meja dan Realita Lapangan

Ketegangan mereda sesaat setelah kedua negara sepakat menghentikan pertumpahan darah 7 April lalu lewat pengumuman gencatan senjata. Sampai saat ini, kesepakatan tersebut masih sah di atas kertas dan dihormati kedua belah pihak.

Delegasi Iran dan AS terus mengintensifkan komunikasi di balik layar untuk merampungkan memorandum kesepahaman (MoU) sebagai dasar hukum penghentian sengketa secara total.

Meski diplomasi terus bergulir, realitas di medan tempur menunjukkan anomali. Pasukan Iran maupun militer AS masih kerap bentrok dalam operasi berskala kecil yang terisolasi di wilayah perbatasan. Gesekan bersenjata ini menimbulkan kekhawatiran banyak pihak akan kembalinya perang terbuka di kawasan tersebut. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:inilah.com
Kategori:Basket
wwwwww