Pramono Bidik Investasi Singapura untuk TOD dan MRT Jakarta
![]() |
| Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung dan Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong. (Ist). |
Rabu, 17 Juni 2026 13:20 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, membuka peluang investasi bagi Singapura pada sejumlah proyek strategis di Ibu Kota, termasuk pengembangan Transit-Oriented Development (TOD) serta MRT Jakarta Fase 3 dan Fase 4.
Tawaran tersebut disampaikan saat bertemu Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong, di Istana Perdana Menteri Singapura pada Senin (15/6/2026).
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama ekonomi dan pembangunan kota berkelanjutan antara Jakarta dan Singapura. Dalam kesempatan itu, Pram menegaskan, Jakarta saat ini tengah mendorong berbagai proyek transformasi perkotaan yang membutuhkan dukungan investasi dan kolaborasi internasional.
Menurut Pram, hubungan komunikasi yang telah terjalin sejak keduanya sama-sama bertugas di pemerintahan nasional menjadi modal penting dalam memperkuat kemitraan strategis antara Jakarta dan Singapura. Saat itu, Pram menjabat sebagai Sekretaris Kabinet Republik Indonesia, sementara Lawrence Wong memegang sejumlah posisi strategis di Pemerintah Singapura.
"Pengalaman saya sebagai Sekretaris Kabinet selama dua periode dan kini sebagai Gubernur Jakarta memungkinkan saya menjembatani kebijakan nasional dengan implementasinya di tingkat daerah. Hal ini penting untuk memberikan kepastian dan kepercayaan bagi para investor," kata Pram.
Dalam pertemuan tersebut, Pram secara khusus menawarkan peluang investasi Singapura pada proyek TOD, pengembangan MRT Jakarta Fase 3 dan Fase 4, serta berbagai program transformasi kota yang mendukung visi Jakarta sebagai kota global.
Ia menilai, investasi di Jakarta memiliki prospek yang besar karena memberikan akses langsung ke salah satu pasar terbesar di kawasan Asia Tenggara. Selain mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia, investasi tersebut juga diyakini mampu memperkuat integrasi ekonomi regional.
"Berinvestasi di Jakarta saat ini berarti memperoleh akses ke salah satu pasar terbesar di Asia Tenggara. Arus investasi yang mengalir ke Jakarta akan berkontribusi pada pertumbuhan Indonesia, memperkuat perekonomian ASEAN, serta menciptakan nilai tambah bagi mitra regional, termasuk Singapura," ujarnya.
Selain menawarkan peluang investasi pada sektor transportasi dan pengembangan kawasan perkotaan, Pramono juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui regulasi yang jelas, proses yang efisien, serta kebijakan yang konsisten.
Menurutnya, kepastian kebijakan menjadi salah satu faktor utama yang dibutuhkan investor dalam mengambil keputusan bisnis jangka panjang.
Pertemuan tersebut menandai langkah lanjutan Pemprov DKI Jakarta dalam memperluas kerja sama internasional dan menarik investasi asing guna mendukung pembangunan infrastruktur, transportasi publik, serta pengembangan kawasan perkotaan yang berkelanjutan.
"Kami ingin para pelaku bisnis Singapura mengetahui bahwa Jakarta berkomitmen untuk mempermudah investasi, dengan aturan yang jelas, proses yang efisien, dan kebijakan yang konsisten. Saya meyakini kepercayaan dan kolaborasi yang kita perkuat hari ini akan membawa kita pada kesuksesan bersama," pungkas Pramono. ***
| Editor | : | Senopati Ukoro |
| Kategori | : | Badminton, DKI Jakarta |













