Jakarta Percepat Digitalisasi untuk Tingkatkan Pelayanan Warga
![]() |
| Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. (Ist). |
Kamis, 18 Juni 2026 14:49 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital, data, dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam tata kelola kota sebagai bagian dari transformasi Jakarta menuju kota global yang kompetitif, inklusif, dan berkelanjutan.
Komitmen tersebut disampaikan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, saat menjadi pembicara utama dalam Indonesia Summit 2026 bertema "The Next Us: Indonesia’s Leap in the Algorithmic Age" di Gedung Tribrata Dharmawangsa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (18/6/2026).
Menurut Pram, data, teknologi digital, dan AI kini menjadi faktor utama yang menentukan daya saing sebuah kota maupun negara di tengah perkembangan era algoritma.
"Tema ini sangat relevan karena data, teknologi digital, dan AI kini menjadi faktor penting dalam menentukan daya saing bangsa dan kota. Jakarta sebagai pusat perekonomian nasional punya tanggung jawab menjadi penggerak transformasi ini," kata Pram.
Pram menegaskan, pembangunan kota pada masa kini tidak lagi hanya bertumpu pada infrastruktur fisik. Pemerintah daerah juga harus mampu menyiapkan talenta digital, mendorong inovasi, serta memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas layanan publik dan efektivitas kebijakan.
Karena itu, Pemprov DKI Jakarta terus memperluas penerapan teknologi pada berbagai sektor yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Implementasi tersebut mencakup bidang mobilitas, layanan publik, pengelolaan data spasial, penguatan ekonomi lokal, hingga pengendalian inflasi daerah.
"Pemanfaatan teknologi dan AI mulai diterapkan dalam tata kelola kota. Contohnya melalui Intelligent Traffic Control System, JAKI, Jakarta Satu, digitalisasi pasar tradisional dan UMKM, serta pemanfaatan teknologi oleh TPID untuk menjaga stabilitas harga dan inflasi Jakarta yang pada Mei 2026 tercatat 2,49 persen year on year," ujar Pram.
Pemanfaatan teknologi juga diperkuat dalam upaya mitigasi banjir. Pemprov DKI Jakarta mengintegrasikan jaringan kamera pengawas (CCTV) dengan sistem milik Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi DKI Jakarta yang dapat dipantau masyarakat melalui situs pemantauan banjir.
Menurut Pram, sistem tersebut menjadi tulang punggung pengambilan keputusan cepat dan akurat dalam pengoperasian pintu air serta pompa secara real time, terutama saat Jakarta memasuki musim hujan.
"Sistem terintegrasi ini menjadi backbone bagi command center Dinas SDA untuk mengambil keputusan cepat dan akurat terkait pengoperasian pintu air serta pompa secara real time, khususnya saat wilayah ibu kota memasuki status siaga musim hujan," jelasnya.
Pram mengatakan, optimalisasi teknologi digital menjadi bagian penting dari upaya meningkatkan daya saing Jakarta di tingkat global. Berdasarkan Global City Index, posisi Jakarta naik dari peringkat 74 menjadi 71 dunia. Capaian tersebut menjadi modal untuk mengejar target masuk 20 besar kota global pada 2045.
Untuk mendukung target tersebut, Pemprov DKI Jakarta menyiapkan inisiatif Jakarta RISE#20 sebagai kerangka transformasi kota global yang menjadi acuan dalam pembangunan, inovasi layanan, dan penguatan daya saing daerah.
"Inisiatif ini berfungsi sebagai roadmap untuk memperkuat fondasi pembangunan, mendorong pertumbuhan yang inovatif dan inklusif, serta meningkatkan peran Jakarta di tingkat regional maupun global," ungkapnya.
Selain penguatan teknologi, Pemprov DKI Jakarta juga memastikan transformasi digital berjalan seiring dengan peningkatan akses layanan publik yang inklusif. Salah satunya melalui pengembangan sistem transportasi publik yang saat ini telah memiliki tingkat konektivitas mencapai 93 persen.
Pram menuturkan, berbagai moda transportasi seperti MRT dan Transjakarta terus dikembangkan agar semakin ramah bagi penyandang disabilitas, lansia, dan kelompok rentan lainnya.
"Moda seperti MRT dan Transjakarta terus dikembangkan agar ramah terhadap penyandang disabilitas serta lansia," tuturnya.
Ia menegaskan, pemanfaatan teknologi digital dan AI harus berorientasi pada kebutuhan warga. Dengan demikian, transformasi digital tidak hanya meningkatkan daya saing Jakarta di tingkat global, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap kualitas hidup masyarakat sehari-hari. ***
| Editor | : | Senopati Ukoro |
| Kategori | : | Badminton, DKI Jakarta |













