Polda Metro Jaya Buru 8.320 Gamer untuk Ajang E-Sport Nasional
![]() |
| Turnamen Road To ESports Kapolri Cup 2026. (Ist) |
Penulis: Bimo Putro Prihandoko
Turnamen ini menjadi bagian dari proses seleksi menuju Kapolri Cup 2026 sekaligus upaya menjaring talenta muda di dunia olahraga elektronik.
Kompetisi yang mengusung tema "Dream to Become" tersebut akan berlangsung secara berjenjang, mulai dari tingkat Polres, Polda hingga Grand Final Nasional.
Polda Metro Jaya menilai e-sport tidak lagi sekadar hiburan digital, melainkan telah berkembang menjadi cabang olahraga kompetitif yang mampu melahirkan atlet profesional sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif bagi generasi muda.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, mengatakan turnamen ini dirancang untuk mengarahkan minat anak muda ke kegiatan yang produktif, kompetitif, dan menjunjung tinggi sportivitas.
"Kami ingin menghadirkan ruang yang positif bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi mereka," ungkap Budi, Kamis (18/6).
"E-sport hari ini bukan sekadar permainan, tetapi telah menjadi arena prestasi yang membutuhkan disiplin, strategi, dan kerja sama tim," ia menambahkan.
Menurutnya, kehadiran Polri dalam penyelenggaraan turnamen ini merupakan bentuk dukungan terhadap perkembangan industri digital yang semakin diminati generasi muda Indonesia.
Berdasarkan konsep penyelenggaraan, turnamen ini ditargetkan diikuti 1.664 tim atau sekitar 8.320 peserta.
Masing-masing Polres akan menggelar babak kualifikasi untuk menentukan tim terbaik yang berhak melaju ke tingkat Polda.
Para juara tingkat Polda selanjutnya akan mewakili wilayahnya pada ajang Kapolri Cup 2026.
Panitia menerapkan sistem single elimination dengan format pertandingan Best of Three (BO3) pada babak awal dan Best of Five (BO5) untuk semifinal hingga final.
Selain itu, pengawasan pertandingan dilakukan secara ketat dengan melibatkan wasit profesional guna menjamin integritas kompetisi.
Seluruh bentuk kecurangan, termasuk penggunaan aplikasi ilegal dan praktik tidak sportif, akan dikenakan sanksi tegas.
Polri Masuk Arena Digital
Polda Metro Jaya melihat e-sport sebagai sarana membangun komunikasi yang lebih dekat dengan generasi muda.
Melalui turnamen ini, Polri ingin menunjukkan bahwa ruang digital dapat dimanfaatkan untuk melahirkan prestasi, bukan sekadar konsumsi hiburan.
Budi Hermanto menegaskan, kompetisi tersebut juga menjadi bagian dari strategi membangun karakter generasi muda yang adaptif terhadap perkembangan teknologi namun tetap menjunjung etika dan nilai sportivitas.
"Kami mengajak generasi muda memanfaatkan teknologi secara positif. Jadikan e-sport sebagai ruang untuk berprestasi, berkompetisi secara sehat, dan membangun masa depan yang lebih baik," ujarnya.
Dengan target ribuan peserta dan sistem kompetisi berjenjang hingga tingkat nasional, Kapolda Cup 2026 diproyeksikan menjadi salah satu turnamen e-sport terbesar yang pernah digelar oleh institusi kepolisian di Indonesia. ***
| Editor | : | Azhari Nasution |
| Kategori | : | Non Olympic, DKI Jakarta |













