Pelayanan Paspor dan Kesehatan Hadir Bersamaan dalam CFD Cilegon
![]() |
| Petgus Kantor Imigrasi Kelas II TPI Cilegon membuka pelayanan kesehatan gratis dan layanan paspor di CFD Cilegon. (Ist) |
Penulis: Bimo Putro Prihandoko
Program tersebut memadukan pelayanan keimigrasian dengan layanan kesehatan dasar sebagai upaya mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat di ruang terbuka.
Dalam kegiatan itu, masyarakat tidak hanya memperoleh informasi dan konsultasi terkait layanan paspor, tetapi juga mendapatkan pemeriksaan kesehatan dan konsultasi medis secara gratis dari tenaga kesehatan Klinik Pratama Lapas Cilegon.
Kegiatan berlangsung di tengah pelaksanaan Car Free Day yang rutin menjadi ruang interaksi masyarakat. Sejumlah warga memanfaatkan layanan tersebut untuk memeriksa kondisi kesehatan sekaligus memperoleh informasi mengenai layanan keimigrasian.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Cilegon, Aditya Triputranto, mengatakan kolaborasi tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan pelayanan yang lebih mudah dijangkau dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
"Kami ingin pelayanan publik hadir lebih dekat dengan masyarakat. Melalui kegiatan ini, warga tidak hanya memperoleh akses informasi keimigrasian, tetapi juga mendapatkan layanan kesehatan yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat," kata Aditya Triputranto, Minggu (21/6/2026).
Menurut dia, kegiatan Lapor Sapa menjadi sarana membangun komunikasi yang lebih terbuka antara instansi pemerintah dan masyarakat.
Pelayanan yang diberikan tidak hanya berorientasi pada aspek administrasi, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kepedulian sosial dan kualitas pelayanan publik secara menyeluruh.
Sementara itu, tim kesehatan Klinik Pratama Lapas Cilegon memberikan layanan pemeriksaan kesehatan dasar serta edukasi mengenai pentingnya menjaga kondisi kesehatan di tengah aktivitas sehari-hari.
Kolaborasi antara Imigrasi Cilegon dan Lapas Cilegon tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap layanan pemerintah melalui pendekatan yang lebih inklusif dan partisipatif.
Selain memberikan manfaat langsung melalui layanan kesehatan, program tersebut juga menjadi sarana memperkenalkan berbagai layanan publik yang tersedia di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Aditya menegaskan pihaknya akan terus mendorong berbagai inovasi pelayanan yang dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas. "Kami ingin memastikan bahwa pelayanan publik tidak hanya mudah diakses, tetapi juga memberikan nilai manfaat yang nyata. Kolaborasi seperti ini akan terus kami dorong sebagai bagian dari peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat," ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, Imigrasi Cilegon dan Lapas Cilegon berharap kehadiran negara dapat semakin dirasakan masyarakat, tidak hanya melalui layanan administrasi, tetapi juga melalui program-program sosial yang menyentuh kebutuhan sehari-hari warga. ***













