Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
14 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
9 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
13 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
10 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
13 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Voli

Heboh Pengakuan Ketua BEM UBK Terima Uang, Prabowo Angkat Bicara

Heboh Pengakuan Ketua BEM UBK Terima Uang, Prabowo Angkat Bicara
Presiden Prabowo dalam pidatonya saat membuka Pekan Nasional Petani dan Nelayan Andalan (PENAS KTNA) ke-17 di Gorontalo, Rabu (24/6/2026). (youtube: sekretariat presiden)
Rabu, 24 Juni 2026 13:30 WIB

JAKARTA - Integritas gerakan jalanan kembali menjadi sorotan tajam setelah munculnya dugaan keterlibatan massa bayaran dalam serangkaian unjuk rasa di Jakarta. Presiden RI, Prabowo Subianto secara terbuka menyoroti manipulasi opini publik yang memanfaatkan demonstran titipan.

Pernyataan menohok ini disampaikan secara langsung ketika membuka Pekan Nasional Petani dan Nelayan Andalan (PENAS KTNA) ke-17 di Gorontalo, Rabu (24/6/2026).

Pemerintah memastikan telah memantau ketat pergerakan pihak-pihak yang secara sengaja mengorganisir massa. Langkah tegas diambil dengan meminta taktik pengerahan tersebut segera dihentikan.

"Hati-hati, lho. Saya kasih peringatan mereka-mereka itu. Saya tahu siapa yang bayar-bayar demo, gua tahu itu," papar Presiden RI, Prabowo Subianto.

Ironi Gerakan Massa

Aksi turun ke jalan yang dilakukan oleh sejumlah unsur masyarakat, baik mahasiswa maupun non-mahasiswa dalam menyikapi kondisi bangsa, kini diwarnai kabar tak sedap. Praktik transaksional disebut-sebut menjadi motor penggerak sebagian pedemo.

Kepala negara mengaku tidak mempermasalahkan pihak yang terus mencoba memanipulasi opini publik. Namun, ia menyentil fakta bahwa banyak peserta aksi yang sekadar ikut-ikutan demi uang Rp 200 ribu per orang.

"Tapi enggak apa-apa, main demo. Ditanya, ditanya anak-anak demo, enggak ngerti. Mau demo apa ya? kami dibayar Rp 200.000, gitu, kan. Tapi ada. Saya enggak mengerti," tambahnya.

Fakta Skandal Aliran Dana Kampus

Tudingan mengenai unjuk rasa berbayar semakin menguat lewat sebuah video viral yang beredar luas di berbagai platform media sosial. Insiden ini menyeret nama pimpinan organisasi mahasiswa.

  • Dana Puluhan Juta: Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum (FH) UBK, Muhammad Abdimaludin mengaku menerima uang Rp 20 juta dari oknum polisi.
  • Momen Pengakuan: Fakta mengejutkan tersebut dilontarkan ketika dirinya tengah 'disidang' secara internal oleh mahasiswa UBK.
  • Riwayat Pertemuan: Diketahui sebelumnya, ia adalah bagian dari 15 mahasiswa yang sempat bertemu dengan Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka pada demonstrasi, Senin (15/6/2026). ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:tribunnews.com
Kategori:Voli
wwwwww