Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
10 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
16 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
9 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
10 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
9 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
DKI Jakarta
10 jam yang lalu
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
Home  /  Berita  /  Olympic

Tragedi Pelatihan Militer Tiga Calon Manajer Koperasi Merah Putih Wafat

Tragedi Pelatihan Militer Tiga Calon Manajer Koperasi Merah Putih Wafat
Ilustrasi (net)
Rabu, 24 Juni 2026 20:28 WIB

JAKARTA - Tiga orang calon manajer Koperasi Desa Merah Putih dan Koperasi Kampung Nelayan Merah Putih meninggal dunia saat mengikuti program pelatihan militer dasar komando cadangan. Korban terbaru bernama Novia Rahmadhani Sihotang yang dinyatakan wafat Selasa (23/6/2026).

Novia merupakan peserta program sarjana penggerak pembangunan Indonesia (SPPI) yang menempuh pelatihan di Pusat Bahasa Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara, Jakarta. Sebelum meninggal, Novia sempat mengalami gangguan kesehatan dan langsung ditangani tim medis satuan.

"Peserta kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Angkatan Udara Esnawan Antariksa untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan," terang Kepala Biro Informasi Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan Brigadir Jenderal Rico Ricardo Sirait, Rabu (24/6/2026).

Rico menjelaskan seluruh peserta telah melalui tahapan seleksi ketat. Proses tersebut melibatkan pemeriksaan kesehatan dan Computer Assisted Test yang digelar di Kantor Pusat Badan Kepegawaian Negara (BKN), Jakarta, 9 Mei 2026.

Seleksi ini diselenggarakan pemerintah untuk menjaring 30 ribu Manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan 5 ribu Pengelola Kampung Nelayan Merah Putih.

Saat ini, total lebih dari 35.000 calon manajer harus menjalani pemusatan latihan selama 45 hari yang bergulir sejak 17 Juni 2026. Di tempat ini, peserta tidak hanya ditempa secara fisik, tetapi juga diberikan materi teknis manajerial dan pengelolaan program.

Menyikapi insiden ini, Kementerian Pertahanan bersama Panitia Seleksi Nasional dan penyelenggara pendidikan terus melakukan evaluasi dan memperketat pengawasan kesehatan para peserta.

"Untuk memastikan keselamatan dan kesehatan peserta tetap menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program," ujar Rico.

Sehari sebelumnya, Kementerian Pertahanan turut mengonfirmasi kematian dua orang peserta. Anisa Muyassaroh meninggal akibat heat stroke saat berlatih di Satuan Pendidikan Resimen Induk Komando Daerah Militer Mulawarman Balikpapan, Kalimantan Timur. Sementara itu, Yonanda Muhammad Taufiq meninggal akibat cardiac arrest atau henti jantung di Satuan Pendidikan Pusat Latihan Tempur TNI Angkatan Darat Kota Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:tempo.co
Kategori:Olympic, DKI Jakarta
wwwwww