Niat Besuk, Malah Selundupkan Narkoba Oseng Udang ke Lapas
![]() |
| Barang bukti paket narkoba yang diseludupkan dalam Oseng Udang. (Ist) |
Penulis: Bimo Putro Prihandoko
JAKARTA - Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Narkotika Jakarta menggagalkan upaya penyelundupan 12 paket yang diduga berisi narkotika. Pengunjung mencoba mengelabui petugas lapas melalui makanan yang dibawa saat jam kunjungan, Kamis, 25 Juni 2026.
Paket-paket tersebut ditemukan tersembunyi di dalam oseng cumi yang dibawa oleh seorang pengunjung. Temuan itu terungkap ketika petugas melakukan pemeriksaan rutin terhadap pengunjung dan barang bawaan sesuai prosedur pengamanan yang berlaku.
Pelaksana Harian Kepala Lapas Narkotika Jakarta, Edi Sigit Budiman, mengatakan petugas melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh makanan yang dibawa pengunjung, termasuk nasi, sayuran, dan lauk pauk.
Dalam proses pemeriksaan itulah petugas menemukan 12 paket mencurigakan yang disembunyikan di dalam oseng cumi.
“Barang terlarang tersebut ditemukan saat petugas memeriksa makanan bawaan pengunjung sesuai prosedur yang berlaku,” kata Edi dalam keterangannya di Jakarta.
Setelah temuan tersebut, pihak lapas langsung mengamankan dua orang yang terkait dengan upaya penyelundupan itu, masing-masing berinisial K dan RP.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, K diduga berperan sebagai pihak yang akan menyerahkan barang kepada warga binaan di dalam lapas. Sementara RP diketahui hanya mengantar yang bersangkutan ke lokasi kunjungan.
Petugas juga memperoleh informasi bahwa pelaku diduga dijanjikan imbalan sebesar Rp500 ribu apabila berhasil memasukkan barang tersebut ke dalam lapas.
Lapas Narkotika Jakarta kemudian berkoordinasi dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jakarta dan menyerahkan penanganan perkara kepada Polres Metro Jakarta Timur untuk penyelidikan lebih lanjut.
Aparat kepolisian kini mendalami asal-usul barang, jalur distribusi, serta kemungkinan keterlibatan jaringan yang lebih luas dalam upaya penyelundupan tersebut.
Dari informasi awal yang diperoleh petugas, paket diduga narkotika itu disebut berasal dari wilayah Tanjung Priok, Jakarta Utara, sebelum diterima oleh pelaku melalui perantara.
Pengawasan Diperketat
Kasus ini menambah daftar modus penyelundupan narkoba yang memanfaatkan barang bawaan pengunjung untuk memasukkan narkotika ke lingkungan pemasyarakatan.
Menurut Edi, keberhasilan pengungkapan tersebut menunjukkan sistem pengawasan dan pemeriksaan yang diterapkan di Lapas Narkotika Jakarta berjalan efektif.
Pihaknya memastikan pengawasan terhadap pengunjung maupun barang bawaan akan terus diperketat guna menutup peluang masuknya narkoba dan barang terlarang lainnya.
“Komitmen kami adalah menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari narkoba dan menutup setiap celah penyelundupan yang dapat mengganggu proses pembinaan warga binaan,” Edi menjelaskan.
Pengungkapan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam menjaga lapas tetap steril dari peredaran narkotika serta memperkuat integritas sistem pemasyarakatan di Indonesia. ***
| Editor | : | Azhari Nasution |
| Kategori | : | Nasional, Badminton, DKI Jakarta |













