Polres Tangsel Panen Pakcoy dan Lele, AKBP Boy Sebut Hasilnya untuk Bantu Warga
![]() |
| Kapolres Tangerang Selatan AKBP Boy Jumalolo, S.H., S.I.K., M.H dan Ny. Widya Boy Jumalolo saat menunjukkan panen Pakcoy. (Ist) |
Penulis: Bimo Putro Prihandoko
Belum lama ini, Kapolres Tangerang Selatan AKBP Boy Jumalolo, S.H., S.I.K., M.H bersama Ketua Bhayangkari Cabang Tangerang Selatan, Ny Widya Boy Jumalolo memimpin panen pakcoy dan lele di area Sentra Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kademangan, Kecamatan Setu.
Panen tersebut merupakan hasil program budidaya pangan yang selama beberapa bulan dikembangkan di lingkungan Polres Tangerang Selatan sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.
Di lahan yang sebelumnya tidak banyak mendapat perhatian, kini tumbuh deretan pakcoy siap panen dan kolam lele yang menghasilkan sumber protein bagi masyarakat.
"Hari ini Polres Tangsel melaksanakan panen pakcoy dan juga lele hasil budidaya yang kami tempatkan di SPPG Kademangan," papar Boy dalam unggahan video di akun IG Polres Tangsel, Rabu (24/6).
"Hasil panen ini dimanfaatkan untuk kebutuhan SPPG dan juga akan kami salurkan untuk membantu masyarakat sekitar," ia menambahkan.
Program tersebut menunjukkan pendekatan yang berbeda dalam mendukung agenda ketahanan pangan.
Alih-alih hanya berperan sebagai pengawas atau pendukung program pemerintah, institusi kepolisian ikut terlibat langsung dalam proses produksi pangan.
Menurut Boy, hasil panen tidak hanya diperuntukkan bagi kebutuhan operasional program pemenuhan gizi, tetapi juga diarahkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan di sekitar wilayah Setu.
Langkah tersebut dinilai relevan di tengah tantangan ekonomi dan kebutuhan pangan yang terus meningkat. Ketahanan pangan, dalam konteks ini, tidak hanya berbicara soal produksi nasional, tetapi juga kemampuan setiap institusi untuk berkontribusi melalui sumber daya yang dimiliki.
Panen pakcoy dan lele yang dilakukan Polres Tangerang Selatan menjadi gambaran bahwa program ketahanan pangan dapat dimulai dari skala lokal dan menghasilkan manfaat yang langsung dirasakan masyarakat.
Di balik kegiatan yang terlihat sederhana itu, tersimpan pesan yang lebih besar: kehadiran negara tidak selalu ditunjukkan melalui kebijakan besar, tetapi juga melalui tindakan konkret yang menjawab kebutuhan warga sehari-hari.
Bagi Polres Tangerang Selatan, panen kali ini bukan sekadar memetik hasil budidaya. Lebih dari itu, panen menjadi simbol bahwa ketahanan pangan dapat diwujudkan melalui kerja nyata, kolaborasi, dan keberpihakan pada kebutuhan masyarakat. ***













