Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
15 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
10 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
22 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
14 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
11 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
14 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Badminton

Flyover Latumenten Rampung Desember 2026, Diklaim Pangkas Kemacetan 40 Persen

Flyover Latumenten Rampung Desember 2026, Diklaim Pangkas Kemacetan 40 Persen
Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth. (Ist).
Jum'at, 03 Juli 2026 13:01 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menargetkan pembangunan Flyover Latumenten di Grogol Petamburan, Jakarta Barat, rampung pada 15 Desember 2026.

‎Proyek senilai Rp259 miliar itu tidak hanya diproyeksikan mengurai kemacetan hingga 40 persen, tetapi juga memperkuat integrasi transportasi publik melalui konektivitas dengan KRL Commuter Line dan Transjakarta.

‎
‎Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth mengatakan, pembangunan Flyover Latumenten merupakan jawaban atas aspirasi warga yang selama bertahun-tahun mengeluhkan kemacetan akibat perlintasan sebidang kereta api.
‎
‎"Flyover Latumenten ini progresnya masih on the track, mudah-mudahan bisa selesai Desember 2026 nanti," kata Kenneth dalam keterangan resminya, Jumat (3/7/2026).
‎
‎Legislator PDI Perjuangan yang akrab disapa Bang Kent itu menjelaskan, usulan pembangunan flyover muncul saat dirinya melakukan reses di kawasan Latumenten pada 2024.
‎
‎"Pada 2024 lalu saya ada kunjungan kerja ke daerah sini saat reses. Warga meminta dibangunkan flyover untuk mengurai kemacetan imbas perlintasan kereta yang padat," ucapnya.
‎
‎Menurut Kenneth, saat itu Pemprov DKI Jakarta belum memiliki anggaran sehingga terlebih dahulu dilakukan kajian. Setelah kajian selesai, proyek masuk tahap lelang dan mulai dikerjakan pada penghujung 2025.
‎
‎Ia berharap pembangunan dapat selesai tepat waktu sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
‎
‎Selain berfungsi mengurangi kemacetan, Kenneth menuturkan Flyover Latumenten dirancang menjadi simpul integrasi antarmoda transportasi. Kawasan tersebut akan dilengkapi skywalk yang terhubung dengan Stasiun KRL dan halte Transjakarta, serta Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang dilengkapi lift.
‎
‎"Konsepnya memudahkan masyarakat berpindah moda transportasi," ujarnya saat mendampingi Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau progres pembangunan, Kamis (2/7/2026).
‎
‎Menurutnya, fasilitas tersebut dirancang ramah bagi seluruh pengguna, termasuk penyandang disabilitas, lanjut usia, ibu hamil, hingga pengguna kereta bayi.
‎
‎"Lift di JPO akan membuat akses ke halte lebih mudah dan aman," katanya.
‎
‎Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan, pembangunan Flyover Latumenten menelan anggaran sebesar Rp259 miliar dengan progres pekerjaan telah mencapai 55,2 persen.
‎
‎"Flyover Latumenten ini salah satu flyover yang paling ditunggu di Jakarta. Karena di sini, pagi, siang, maupun sore, tingkat kemacetannya sangat tinggi," terang Pram.
‎
‎Ia menegaskan, setelah flyover selesai dibangun, Pemprov DKI Jakarta akan menutup perlintasan sebidang kereta api di kawasan tersebut. Seluruh kendaraan nantinya diwajibkan melintasi flyover sehingga tidak lagi bersinggungan langsung dengan jalur kereta.
‎
‎"Sehingga siapa pun harus naik ke atas supaya perlintasan sebidang kereta api ini tidak lagi terganggu dan juga tidak menimbulkan kecelakaan," ucapnya.
‎
‎Pram optimistis keberadaan Flyover Latumenten akan mempercepat mobilitas masyarakat, memangkas antrean kendaraan, mengurangi waktu tempuh perjalanan, sekaligus memperkuat konektivitas transportasi publik di Jakarta Barat.
‎
‎Apresiasi terhadap pembangunan tersebut juga disampaikan Wakil Camat Grogol Petamburan Pradana Putra. Menurutnya, proyek itu merupakan realisasi aspirasi warga yang telah menanti solusi kemacetan selama puluhan tahun.
‎
‎"Ini penantian warga puluhan tahun. Alhamdulillah terealisasikan. Terima kasih Pak Dewan dan Pak Gubernur. Semoga flyover ini bisa menjadi jawaban atas permasalahan kemacetan," pungkas Pradana. ***

Editor:Senopati Ukoro
Kategori:Badminton, DKI Jakarta
wwwwww