Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
14 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
9 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
21 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
13 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
10 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
13 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Beladiri

Gelar Operasi Senyap di Sumut, Penyidik Segel Sejumlah Titik Lokasi Perkara

Gelar Operasi Senyap di Sumut, Penyidik Segel Sejumlah Titik Lokasi Perkara
Bupati Langkat, Syah Afandin.
Jum'at, 03 Juli 2026 14:34 WIB

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan (OTT) yang menyasar tujuh orang di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Penindakan sejak Kamis (2/7/2026) ini membongkar dugaan tindak pidana suap terkait penerimaan fee proyek pada Dinas Pendidikan dan Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim).

Jurubicara KPK, Budi Prasetyo merinci pihak-pihak yang diamankan dalam operasi senyap tersebut. Mereka terdiri dari satu penyelenggara negara, satu aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Langkat, dan lima orang pihak swasta yang ditangkap di Kabupaten Langkat, Kota Binjai, serta Kota Medan.

"Dari tujuh orang yang diamankan tersebut, salah satunya adalah Bupati Langkat," ungkapnya di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat (3/7/2026).

Dalam penindakan ini, penyidik menyita uang tunai senilai ratusan juta rupiah yang diduga kuat sebagai aliran dana suap dari pemenang tender.

"Tim juga mengamankan barang bukti di antaranya uang tunai senilai ratusan juta rupiah yang diduga merupakan bagian dari fee proyek yang diberikan oleh pihak swasta kepada bupati," urainya.

Guna mencegah hilangnya barang bukti, petugas langsung memasang KPK line di sejumlah lokasi perkara. Penutupan akses ini menjadi prosedur wajib untuk mensterilkan tempat kejadian perkara sebelum menaikkan status hukum.

"Ketika ini nanti diputuskan untuk naik ke penyidikan, ada kegiatan penggeledahan sebagai salah satu rangkaian upaya paksa. Tentu nanti lokasi yang sudah disegel pada kegiatan penyelidikan tertutup ini kemudian bisa dilakukan penggeledahan untuk memperkuat bukti-bukti tambahan," jelas Budi.

Setelah menjalani pemeriksaan awal di Polrestabes Medan, Bupati Langkat beserta enam orang lainnya diterbangkan ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif di markas lembaga antirasuah.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:rmol.id
Kategori:Beladiri, DKI Jakarta, Sumatera Utara
wwwwww