Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
16 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
11 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
22 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
15 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
12 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
15 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Nasional

'Jawa Tengah Ini Kandang Gajah', Kaesang Patok Target Minimal 100 Fraksi Terisi

Jawa Tengah Ini Kandang Gajah, Kaesang Patok Target Minimal 100 Fraksi Terisi
Ketum PSI periode 2025-2030, Kaesang Pangarep di Graha Saba Buana, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (19/7/2025). (foto: Inilahjateng)
Rabu, 08 Juli 2026 08:41 WIB

JAKARTA - Pergerakan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) merebut hati masyarakat Jawa Tengah (Jateng) semakin agresif. Mengusung target besar pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2029, partai ini secara terang-terangan ingin merebut dominasi wilayah yang selama ini dikuasai oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep memimpin langsung konsolidasi awal saat Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) perdana Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Jateng. Acara yang digelar di Kota Solo, Jateng, Kamis (8/1/2025) tersebut menjadi titik tolak gerakan masif partai.

"Jawa Tengah ini kandang gajah. PSI hadir untuk masyarakat Jawa Tengah. Tolong bantu kami bekerja dan bergerak bersama menuju Pemilu 2029," ucapnya.

Optimalisasi Kursi Legislatif

Berbekal 12 anggota DPRD di Jawa Tengah, struktur partai dituntut melipatgandakan perolehan suara. Keterwakilan saat ini dinilai belum mampu mengamankan kepentingan strategis partai secara maksimal.

"Jujur saja, 12 kursi itu masih terlalu kecil untuk Jawa Tengah. Target kita ke depan 17 kursi di tingkat provinsi. Untuk kabupaten atau kota, minimal 100 fraksi harus terisi," terangnya.

Guna mewujudkan ambisi tersebut, Ketua DPW PSI Jawa Tengah, Antonius Yogo mengonfirmasi kesiapan struktur partai menyambut safari politik Jokowi yang direncanakan mulai pertengahan Juli ini. Pertemuan langsung dengan Jokowi menjadi landasan pergerakan mesin partai ke depan.

"Kami segera menunggu jadwal dari Bapak untuk tanggalnya. Yang jelas, tugas kami hari ini mempersiapkan untuk Bapak turun, untuk Bapak keliling Jateng, memastikan bahwa Jateng benar-benar sebagai 'kandang gajah'," jelas Yogo.

Usulan rute kunjungan telah disiapkan agar agenda ini memberikan dampak politik elektoral secara meluas.

"Secepatnya, kita siapkan secepatnya. Kami akan kontak dengan tim, mudah-mudahan pertengahan Juli ini sudah bisa berjalan. Kami mengajukannya hampir 35 kabupaten/kota ya, tentu ini akan dipilih Bapak mana yang kira-kira akan didatangi," sambungnya.

Yogo memastikan pergerakan ini ditopang oleh kesiapan internal partai yang sudah matang.

"Kami melaporkan capaian kinerja DPW struktur seluruh Jawa Tengah yang sudah hampir 95 persen. Struktur mesin partai yang kami janjikan kami siap, hari ini kami laporkan ke Bapak," ungkapnya.

Sorotan Tajam Realita Politik

Di tengah semangat besar tersebut, Pendiri Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago memberikan pandangan berbeda. Selasa (7/7/2026), ia menekankan bahwa menggoyahkan kekuatan yang sudah mengakar tidak bisa diselesaikan lewat manuver jangka pendek.

"Kalau PDIP digembosi, ya PDIP kan punya segmen sendiri. Enggak semudah itu juga," tegas Pangi.

Hingga saat ini, tawaran identitas politik partai baru tersebut masih dipertanyakan efektivitasnya di mata publik akar rumput.

"PSI ini apa segmennya, kan nilai jualnya juga enggak ada sampai sekarang," nilainya.

Menurut Pangi, pilihan masyarakat dalam bilik suara mencakup kedekatan ideologi dan rekam jejak, bukan sebatas sumber daya finansial partai.

"Kalau kandang gajah mau menggeser kandang banteng ya enggak segampang itu, tidak mudah juga. Kecuali semua diukur bisa dari uang, tapi kan pemilih kita juga bisa terpengaruh oleh hal-hal yang lain selain uang," pungkasnya. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:inilah.com
Kategori:Nasional, Jawa Tengah
wwwwww