Prancis Nilai Iran Langgar Komitmen Gencatan Senjata Timur Tengah
![]() |
| Menlu Prancis, Jean-Noel Barrot (dok. AFP) |
JAKARTA - Pemerintah Prancis menyoroti eskalasi konflik militer antara Iran dan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Teheran dinilai memicu ketegangan melalui serangkaian pelanggaran kesepakatan gencatan senjata terkait perebutan kendali di Selat Hormuz yang menjadi jalur vital pasokan energi global.
Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, merespons serangan balasan Washington yang terus memanas. Pernyataan ini disampaikannya melalui wawancara dengan saluran televisi TF1 yang dikutip AFP, Kamis (9/7/2026).
"Iran-lah yang, dengan menargetkan kapal-kapal yang berlayar di perairan Oman, melanggar komitmennya sendiri serta melanggar hukum internasional," papar Barrot.
Tindakan tersebut dianggap mencederai kesepakatan damai dengan Amerika Serikat. Ia mendesak seluruh pihak untuk menahan diri demi kelancaran proses negosiasi di kawasan tersebut.
"Manuver semacam ini harus benar-benar dihentikan agar perundingan krusial ini dapat terus berjalan dalam kondisi terbaik," tegasnya.
Kontak senjata antara kedua negara terpantau meletus sejak Selasa (7/7/2026) hingga Kamis (9/7/2026). Militer Amerika Serikat mengklaim serangannya adalah balasan atas gangguan terhadap tiga kapal komersial asal Qatar dan Arab Saudi di Selat Hormuz, yang dituding didalangi oleh Teheran.
Merespons hal tersebut, Iran melancarkan serangan udara ke sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di Kuwait dan Bahrain. Teheran menuding Washington lebih dulu merusak perdamaian melalui sanksi minyak, agresi Israel di Lebanon, serta intervensi aturan di kawasan perairan strategis tersebut.***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | detik.com |
| Kategori | : | Basket, DKI Jakarta |













