Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
18 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
13 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
17 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
17 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
14 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
13 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Basket

Prancis Nilai Iran Langgar Komitmen Gencatan Senjata Timur Tengah

Prancis Nilai Iran Langgar Komitmen Gencatan Senjata Timur Tengah
Menlu Prancis, Jean-Noel Barrot (dok. AFP)
Kamis, 09 Juli 2026 17:00 WIB

JAKARTA - Pemerintah Prancis menyoroti eskalasi konflik militer antara Iran dan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Teheran dinilai memicu ketegangan melalui serangkaian pelanggaran kesepakatan gencatan senjata terkait perebutan kendali di Selat Hormuz yang menjadi jalur vital pasokan energi global.

Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, merespons serangan balasan Washington yang terus memanas. Pernyataan ini disampaikannya melalui wawancara dengan saluran televisi TF1 yang dikutip AFP, Kamis (9/7/2026).

"Iran-lah yang, dengan menargetkan kapal-kapal yang berlayar di perairan Oman, melanggar komitmennya sendiri serta melanggar hukum internasional," papar Barrot.

Tindakan tersebut dianggap mencederai kesepakatan damai dengan Amerika Serikat. Ia mendesak seluruh pihak untuk menahan diri demi kelancaran proses negosiasi di kawasan tersebut.

"Manuver semacam ini harus benar-benar dihentikan agar perundingan krusial ini dapat terus berjalan dalam kondisi terbaik," tegasnya.

Kontak senjata antara kedua negara terpantau meletus sejak Selasa (7/7/2026) hingga Kamis (9/7/2026). Militer Amerika Serikat mengklaim serangannya adalah balasan atas gangguan terhadap tiga kapal komersial asal Qatar dan Arab Saudi di Selat Hormuz, yang dituding didalangi oleh Teheran.

Merespons hal tersebut, Iran melancarkan serangan udara ke sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di Kuwait dan Bahrain. Teheran menuding Washington lebih dulu merusak perdamaian melalui sanksi minyak, agresi Israel di Lebanon, serta intervensi aturan di kawasan perairan strategis tersebut.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:detik.com
Kategori:Basket, DKI Jakarta
wwwwww