Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
10 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
16 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
9 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
9 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
9 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
DKI Jakarta
10 jam yang lalu
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
Home  /  Berita  /  PON

Kostrad Datangi Napi Rutan Depok Sidak Ponsel dan Narkoba

Kostrad Datangi Napi Rutan Depok Sidak Ponsel dan Narkoba
Anggota Kostrad saat memeriksa lemari warga binaan Lapas Depok. (Ist)
Rabu, 22 Juli 2026 18:35 WIB
Penulis: Bimo Putro Prihandoko

DEPOK - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Depok, Jawa Barat, bekerja sama dengan personel Batalyon Intai Tempur Kostrad, TNI, dan Polri menggelar inspeksi mendadak (sidak) kamar hunian warga binaan yang dirangkaikan dengan penyuluhan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), Selasa (21/7) malam.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Rutan Kelas I Depok, Agung Nurbani, bersama jajaran pejabat manajerial dan diikuti seluruh petugas pengamanan sebagai bagian dari penguatan implementasi program Zero Halinar, yakni bebas dari handphone ilegal, pungutan liar, dan narkotika di lingkungan pemasyarakatan.

Sebelum pelaksanaan sidak, seluruh petugas mengikuti penyuluhan P4GN yang disampaikan oleh Tim Medis Rutan Kelas I Depok, dr. Imma Syabreni, guna meningkatkan pemahaman mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika serta langkah-langkah pencegahan di lingkungan kerja.

Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka. KPR) Bogi Nurseto mengatakan keberhasilan implementasi Zero Halinar sangat bergantung pada integritas dan kewaspadaan seluruh petugas.

"Petugas merupakan garda terdepan dalam mencegah masuknya handphone ilegal maupun narkotika ke dalam rutan," ungkap Bogi dalam siaran pers, Rabu (22/7).

"Karena itu, kami terus memperkuat integritas, meningkatkan kewaspadaan, dan membangun sinergi antarpetugas serta aparat penegak hukum agar lingkungan rutan tetap aman dan kondusif," lanjutnya.

Usai penyuluhan, tim gabungan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kamar hunian warga binaan beserta barang-barang milik mereka.

Pemeriksaan dilakukan secara persuasif dengan tetap mengedepankan aspek keamanan, ketertiban, dan penghormatan terhadap prosedur yang berlaku.

Kepala Rutan Kelas I Depok Agung Nurbani menegaskan bahwa sidak rutin merupakan bagian dari langkah preventif untuk menjaga stabilitas keamanan sekaligus memperkuat tata kelola pemasyarakatan yang berintegritas.

"Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen kami dalam menciptakan lingkungan rutan yang aman, tertib, dan bersih dari barang-barang terlarang," Agung menuturkan.

"Selain itu, sidak rutin menjadi bagian dari implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang menitikberatkan pada penguatan keamanan dan peningkatan kualitas pembinaan warga binaan," tambahnya.

Menurut dia, kolaborasi dengan Batalyon Intai Tempur Kostrad, TNI, dan Polri menjadi langkah strategis untuk memperkuat sistem pengamanan sekaligus meningkatkan efektivitas pengawasan di lingkungan pemasyarakatan.

Melalui penyuluhan P4GN dan sidak yang dilaksanakan secara berkala, Rutan Kelas I Depok berupaya membangun budaya kerja yang profesional, akuntabel, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika maupun kepemilikan handphone ilegal.

Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, mendukung proses pembinaan, serta memperkuat kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan sistem pemasyarakatan di Indonesia. ***

Editor:Azhari Nasution
Kategori:PON, Beladiri, Jawa Barat
wwwwww