Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
10 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
16 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
9 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
10 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
9 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
DKI Jakarta
10 jam yang lalu
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
Home  /  Berita  /  Olympic

Prabowo Restui Pengunduran Diri, Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang Demi Pemulihan Jantung

Prabowo Restui Pengunduran Diri, Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang Demi Pemulihan Jantung
Presiden Prabowo Subianto bersama Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang.
Rabu, 22 Juli 2026 07:41 WIB

JAKARTA - Kabar mengejutkan datang dari jajaran pemerintahan terkait posisi strategis di lembaga negara. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang resmi pamit dari kursinya karena harus menjalani pengobatan jantung secara intensif.

Asisten Khusus Presiden, Dirgayuza Setiawan memberikan konfirmasi resmi mengenai mundurnya pejabat tersebut kepada harian Republika. "Hari ini, 22 Juli 2026, Nanik Deyang berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung. Ia juga mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional," kata Dirgayuza.

Sang pejabat negara menyampaikan pesan perpisahannya secara terbuka kepada publik lewat jejaring sosial. "Dengan berat hati akhirnya saya pamit presiden untuk melakukan pengobatan di LN untuk jantung saya, rencananya hari ini, Rabu (22/7/2026) saya berangkat," tulis Nanik dalam laman Facebook.

Pilihan berobat ke negara lain murni didasarkan pada keinginan mendapat masukan medis tambahan. "Ini bukan karena tidak percaya dokter yang hebat di Indonesia, tapi untuk second opinion dan kebetulan ada kawan yang merekomendasikan di tempat yang mau saya tuju," paparnya.

Permohonan mundur ini telah disetujui langsung oleh Presiden RI, Prabowo. Kendati demikian, posisi baru di ranah pengawasan telah dipersiapkan.

"Dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya, dan karena presiden prihatin dan kasihan dengan saya, presiden menyetujui, namun saya diminta tetap ikut mengawasi BGN," urainya.

Presiden merencanakan pembentukan instrumen baru berupa Dewan Pengawas BGN. "Di mana saya disuruh menjadi ketua dewan pengawasnya (kalau mencereweti kayaknya masih bisa yang penting tidak berhubungan dengan pegang uang, sumpah trauma akut)," tambah Nanik.

Di mata rekan kerjanya, dedikasi sosial tokoh ini sangat kental sejak pra-Pemilu 2014. "Lebih dari satu dekade saya melihat satu hal yang tidak pernah berubah darinya, ia tidak bisa diam ketika melihat rakyat menghadapi ketidakadilan dan kesulitan," jelas Dirgayuza.

Intervensi kasus hukum internasional menjadi salah satu jejak peninggalannya. "Hingga kemudian Wilfrida dibela dari ancaman hukuman mati di Malaysia. Nanik pula yang mengusulkan program becak listrik untuk para pengayuh becak lanjut usia," ungkapnya mengakhiri.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:republika.co.id
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww