Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
12 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
Kemenpora
22 jam yang lalu
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
3
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
6 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
5 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
5 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
5 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  e-Sports

6 Anak NTT Terpapar Radikalisme, DP3AP2KB: Lewat Gim Online

6 Anak NTT Terpapar Radikalisme, DP3AP2KB: Lewat Gim Online
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena didampingi Kadis DP3AP2KB NTT Iien Adriany, saat memberikan keterangan kepada awak media, Kamis (25/6/2026).
Jum'at, 24 Juli 2026 16:44 WIB

JAKARTA - Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Nusa Tenggara Timur, Iien Adriany menyampaikan bahwa enam anak di wilayahnya teridentifikasi terpapar paham radikalisme. Berdasarkan penelusuran, keenam anak tersebut terpapar melalui aplikasi permainan dalam jaringan atau gim online.

"Saat ini 6 anak itu yang sudah positif terpapar. Ini diidentifikasi dari anak-anak yang terpapar itu ternyata, mereka menggunakan aplikasi gim. Jadi bukan anak yang nakal," ujar Iien, dilansir detikBali, Jumat (24/7/2026).

Penerbitan Peraturan Gubernur

Temuan kasus tersebut mendasari langkah Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena untuk menerbitkan Peraturan Gubernur Nomor 25 Tahun 2025 tentang Perlindungan Anak dari Jaringan Terorisme. Kebijakan ini dikeluarkan sebagai upaya pencegahan dini mengingat kasus yang terungkap di lapangan diibaratkan sebagai fenomena gunung es.

"Mengapa Pak Gub sampai mengeluarkan pergub berkaitan dengan terorisme? Karena saat ini sudah ada enam anak NTT yang sudah terpapar itu dan itu seperti fenomena gunung es. Jadi yang muncul itu sedikit, kami nggak tahu di bawahnya berapa banyak," jelas Iien.

Menindaklanjuti aturan tersebut, dinas terkait mulai menggalakkan sosialisasi ke berbagai sekolah guna membentengi anak-anak dari potensi penyusupan paham radikal melalui platform digital.

Latar Belakang Anak dan Sinergi Pengawasan

Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena menerangkan bahwa anak-anak yang terpapar tidak berasal dari kelompok tertentu saja. Mereka tercatat memiliki latar belakang keyakinan yang beragam serta berasal dari keluarga yang relatif berkecukupan dan harmonis.

Pemerintah daerah berharap regulasi baru ini mampu menutup celah masuknya pengaruh terorisme di tengah masyarakat. Laka Lena juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat pengawasan bersama.

"Untuk mencegah hal itu dan berdasarkan masukan dari ibu kadis dan yang lain, kami membuat pergub ini agar seluruh pihak pemerintah bersama semua pihak terkait untuk bersama-sama memastikan kehidupan anak-anak kita bisa terhindar dan pengaruh dari pengaruh dan terpapar dari terorisme. Terutama dari media digital atau dari tempat lainnya," tegas Laka Lena.

Melalui penerapan aturan tersebut, pemerintah daerah menargetkan nihilnya kasus anak terpapar radikalisme di masa mendatang.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:detik.com
Kategori:e-Sports, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta, Nusa Tenggara Timur
wwwwww