Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
11 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
17 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
10 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
9 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
5
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
10 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
6
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
6 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Home  /  Berita  /  Olympic

Viral Cekcok di Bundaran HI, Polisi Selidiki Dugaan Intimidasi Satpam oleh Sopir Alphard

Viral Cekcok di Bundaran HI, Polisi Selidiki Dugaan Intimidasi Satpam oleh Sopir Alphard
Rekaman detik-detik satpam dan sopir Alphard cekcok dekat halte Transjakarta Bundaran HI (Foto: Tangkapan Layar Sosmed)
Jum'at, 24 Juli 2026 16:02 WIB

JAKARTA - Kasus perselisihan antara petugas keamanan (satpam) proyek WIKA-RAU KSO berinisial FH dengan pengemudi Toyota Alphard di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, terus bergulir. Pihak kepolisian kini turun tangan untuk mendalami dugaan intimidasi saat proses mediasi berlangsung serta menyelidiki keabsahan pelat nomor kendaraan roda empat tersebut.

Perselisihan ini bermula Rabu (22/7/2026) sekitar pukul 12.00 WIB ketika sebuah Toyota Alphard diduga menerobos lampu merah di penyeberangan depan Halte Hotel Pullman. Insiden tersebut memicu adu mulut dengan FH yang sedang bertugas membantu melancarkan arus lalu lintas di sekitar proyek.

Dugaan Intimidasi Saat Mediasi

Penasihat hukum satpam, Wiradarma Harefa mengungkapkan bahwa kliennya diduga mengalami tekanan serius saat proses mediasi di Pos Polisi Thamrin. Menurutnya, tiga orang yang turun dari mobil tersebut mengaku sebagai anggota dan memaksa FH melakukan sejumlah tindakan fisik.

"Di dalam pos polisi klien kami sempat diminta push up. Karena baru menjalani operasi dan belum makan, sebagai gantinya ia disuruh melakukan gerakan seperti mengayuh sepeda dengan posisi telentang di lantai," ungkapnya, Jumat (24/7/2026).

Wiradarma menambahkan, intimidasi tersebut berlanjut dengan ancaman pemecatan dan kata-kata kasar hingga berujung pada pemaksaan permintaan maaf.

"Dengan terus-menerus mengancam dan mengintimidasi, FH akhirnya minta maaf sampai sujud di hadapan mereka," terangnya.

Selain masalah intimidasi, Wiradarma juga menyoroti kejanggalan pada pelat nomor Toyota Alphard yang digunakan para penumpang tersebut karena diduga tidak sesuai dengan peruntukannya.

Tindak Lanjut Kepolisian

Merespons laporan yang beredar di masyarakat, Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu menyatakan bahwa pihaknya membuka peluang proses hukum lanjutan jika ada pihak yang merasa dirugikan. Meskipun mediasi awal berujung pada kesepakatan damai, kepolisian tetap mengakomodasi aduan resmi terkait insiden tersebut.

"Apabila ada hal yang kurang berkenan atau yang belum merasa puas dari pihak mana pun, kami silakan untuk membuat laporan dan akan kami tindak lanjuti sesuai dengan prosedur hukum," jelasnya, Kamis (23/7/2026).

Terkait pengakuan FH yang diminta bersujud, Braiel menegaskan pihaknya masih melakukan klarifikasi secara utuh, termasuk memanggil personel pos polisi yang bertugas saat itu. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, ia memastikan tidak ada tindakan kekerasan fisik selama mediasi.

"Yang jelas untuk proses pada saat itu tidak ada pemukulan atau tindakan kekerasan," tegasnya.

Secara terpisah, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Ojo Ruslani memastikan akan memanggil pengemudi Toyota Alphard dan satpam yang bersangkutan untuk dimintai klarifikasi secara terpisah sebelum dipertemukan. Pihaknya juga tengah menyelidiki dugaan penggunaan pelat nomor yang tidak sesuai identitas kendaraan.

"Saya akan melakukan panggilan klarifikasi kepada pemilik Alphard, kemudian kepada security. Setelah itu kita konfrontasi di Subdit Gakkum," paparnya.

Respons Perusahaan Pelaksana Proyek

Di tengah penyelidikan polisi, WIKA-RAU KSO selaku pelaksana Proyek Extended Concourse Bundaran HI turut memberikan pernyataan resmi. Melalui akun media sosial resminya, Jumat (24/7/2026), perusahaan membenarkan bahwa pria di dalam video viral tersebut adalah personel keamanannya.

Perusahaan memberikan apresiasi kepada FH atas dedikasinya menjaga keselamatan masyarakat dan ketertiban area proyek. Mereka juga menjamin perlindungan bagi setiap pekerjanya.

"Perusahaan juga akan memastikan setiap personel yang menjalankan tugasnya secara profesional memperoleh perlindungan sesuai dengan ketentuan yang berlaku," tulis pernyataan WIKA-RAU KSO.

Sebagai bentuk evaluasi, perusahaan berkomitmen menindaklanjuti insiden ini untuk meningkatkan aspek keselamatan kerja, sekaligus mengimbau seluruh pengguna jalan agar senantiasa mematuhi rambu lalu lintas demi keamanan bersama.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:liputan6.com
Kategori:Olympic, DKI Jakarta
wwwwww