Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
8 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
8 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
8 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
7 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
DKI Jakarta
8 jam yang lalu
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
Home  /  Berita  /  Olympic

'Anggaran Terbatas,' Walkot Semarang Soroti Efisiensi Perawatan Buntut Kematian Harimau Putih

Anggaran Terbatas, Walkot Semarang Soroti Efisiensi Perawatan Buntut Kematian Harimau Putih
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng.
Senin, 27 Juli 2026 14:47 WIB

SEMARANG - Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menyoroti insiden kematian harimau putih di Semarang Zoo. Keterbatasan finansial pengelola fasilitas tersebut diduga menjadi akar masalah yang memaksa adanya langkah efisiensi dalam perawatan satwa.

"Sepertinya kekurangan anggaran yang ada di Semarang Zoo ini menjadi penyebab utama mengapa proses perawatannya itu dilakukan efisiensi," sebutnya, Senin (27/7/2026).

Menyikapi situasi tersebut, Gubernur Jawa Tengah telah berkomunikasi langsung dengan pemerintah kota setempat. Terdapat usulan agar pengelolaan kebun binatang diserahkan atau dikerjasamakan dengan pihak ketiga yang memiliki kapasitas dan keahlian di bidang pelestarian satwa. Langkah strategis ini diharapkan mampu meningkatkan standar hidup hewan yang ada di sana.

"Kemungkinan itu opsi yang akan kita ambil, supaya diambil alih pihak ketiga," tambahnya.

Permasalahan operasional ini berkaitan langsung dengan status pengelola Semarang Zoo yang berada di bawah naungan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Ketika proyeksi pendapatan tidak mencukupi, pihak manajemen secara prosedural terpaksa melakukan efisiensi. Aturan yang berlaku melarang penggunaan suntikan modal dari pemerintah kota untuk menutup biaya operasional sehari-hari.

"Karena dia akan ternilai sebagai sebuah badan usaha yang gagal. Jadi biaya operasionalnya harus dipenuhi dari pendapatannya. Modal digunakan untuk memperluas bisnis," urainya.

Kondisi tersebut menciptakan dilema tersendiri bagi pihak manajemen. Di satu sisi, pembenahan infrastruktur maupun kualitas fasilitas rekreasi membutuhkan waktu dan kelonggaran dana, namun di sisi lain, kebutuhan dasar makhluk hidup tidak dapat ditunda.

"Pusing juga kalau saya jadi direkturnya Semarang Zoo. Mungkin ya membutuhkan waktu untuk bisa menjadi sebuah kebun binatang yang bagus. Dilemanya, binatang tidak bisa menunggu proses perawatannya sampai memiliki uang yang banyak," paparnya.

Di luar persoalan tata kelola anggaran, pemerintah kota juga tengah meninjau ulang riwayat program pertukaran satwa antara Semarang Zoo dengan sebuah kebun binatang di Medan. Penyelidikan atas program yang sudah lama berlangsung ini bertujuan untuk memastikan kelayakan prosedur yang diterapkan pada masa lalu.

"Ini sedang diteliti lebih lanjut karena berkaitan dengan hal yang hidup dan sudah agak lama berlalunya itu," tutupnya.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:detik.com
Kategori:Olympic, KONI, Jawa Tengah
wwwwww