Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
13 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
Kemenpora
23 jam yang lalu
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
3
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
7 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
6 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
7 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
6 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Persija Jakarta Butuh Waktu Capai Perfoma Terbaik

Persija Jakarta Butuh Waktu Capai Perfoma Terbaik
Laga Persija Jakarta melawan Persebaya Surabaya yang berakhir dengan skor 0-1 di Piala Presiden 2026. (Ileague.id)
Selasa, 28 Juli 2026 21:09 WIB
Penulis: Azhari Nasution

SURABAYA - Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, tetap melihat banyak hal positif meski timnya harus mengawali Piala Presiden 2026 dengan kekalahan tipis 0-1 dari Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Jawa Timur, Minggu (26/7/2026) lalu.

Menurut pelatih yang akrab disapa STY, hasil tersebut belum bisa dijadikan tolok ukur kekuatan sesungguhnya Macan Kemayoran. Dia menilai timnya masih berada pada fase awal pembentukan sehingga membutuhkan waktu untuk mencapai performa terbaik.

“Pertama-tama saya ucapkan selamat untuk Persebaya. Kedua tim bermain dengan sangat kerja keras. Seperti yang saya katakan di wawancara sebelumnya, persiapan kami sangat singkat sehingga para pemain tetap berusaha menampilkan yang terbaik. Saya sangat berterima kasih,” ujar STY.

Ia menegaskan bahwa Persija belum memiliki cukup waktu untuk mematangkan aspek taktikal maupun menyatukan pemahaman seluruh pemain.

“Sebenarnya, ini pertandingan pertama, jadi kami belum sempat melakukan latihan taktik secara maksimal, dan kita belum sempat menyamakan persepsi dengan para pemain. Maka wajar jika ada kekurangan di babak pertama. Tapi, saya percaya ke depannya tim ini akan bermain lebih baik lagi dan menunjukkan performa yang semakin meningkat,” tuturnya.

STY pun menyinggung gol bunuh diri yang menjadi pembeda dalam pertandingan tersebut. Menurutnya, insiden itu terjadi akibat miskomunikasi antara lini belakang dan penjaga gawang.

“Mengenai gol bunuh diri, itu adalah bentuk salah komunikasi antara kiper dan pemain belakang. Tentu ke depannya hal seperti itu tidak boleh terulang lagi,” katanya.

Dalam pertandingan itu, Persija sebenarnya mampu memperlihatkan fondasi permainan yang mulai terbentuk. Empat pemain asing baru langsung dipercaya tampil sejak babak pertama, yakni Denis Kolinger, Radovan Pankov, Victor Dethan, dan Aqil Savik yang mengawal gawang Macan Kemayoran.

Memasuki babak kedua, STY memberikan kesempatan debut kepada Kerim Memija, Kyohei Yoshino, Stjepan Loncar, Kwon Chang-hoon, dan Pratama Arhan.

Meski harus mengakhiri laga tanpa poin, performa Persija menunjukkan bahwa proses adaptasi di bawah arahan Shin Tae-yong mulai berjalan. Dengan waktu persiapan yang masih terbatas, Macan Kemayoran diyakini akan terus berkembang seiring meningkatnya intensitas latihan dan semakin matangnya pemahaman antarpemain. ***

wwwwww