Pemprov DKI Siapkan Hujan Buatan, Antisipasi Dampak Kemarau di Jakarta
![]() |
| Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. |
Kamis, 30 Juli 2026 11:03 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyatakan, kesiapannya melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) atau hujan buatan sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan pada musim kemarau.
Pelaksanaan OMC akan dilakukan melalui koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) apabila kondisi atmosfer memungkinkan.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan, Pemprov DKI telah menyiapkan langkah tersebut sebagai upaya mitigasi apabila dampak musim kemarau semakin dirasakan di wilayah Jakarta maupun daerah penyangga.
"Kalau selama ini kan kita mengatur hujan supaya tidak hujan, ini dalam waktunya kalau memang diperlukan Pemerintah DKI Jakarta akan mengatur supaya hujan," Kata Pram di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Rabu (29/7/2026).
Pram mengungkapkan, Jakarta sudah hampir tiga pekan tidak diguyur hujan. Kondisi tersebut mulai memicu kekeringan di sejumlah wilayah, terutama di kawasan sekitar Jakarta yang memiliki keterkaitan dengan kondisi lingkungan dan ketersediaan air bagi ibu kota.
"Hal yang paling utama sebenarnya di atas Jakarta yang terjadi kekeringan, tetapi tentunya ini juga berpengaruh bagi Jakarta. Kami siap untuk melakukan itu (modifikasi cuaca)," ujarnya.
Meski demikian, Pemprov DKI memastikan hingga kini belum ditemukan wilayah di Jakarta yang mengalami kekeringan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Marulitua Sijabat mengatakan, pihaknya terus memantau kondisi di seluruh wilayah ibu kota serta menyampaikan peringatan dini sebagai langkah mitigasi selama musim kemarau.
"Data yang ada di kami sampai saat ini masih belum ada wilayah yang mengalami kekeringan. Kami terus memantau seluruh wilayah di Jakarta dan menginformasikan peringatan dini sebagai langkah mitigasi terhadap potensi bencana yang mungkin terjadi pada kemarau saat ini," ucap Marulitua.
Sementara itu, BMKG mengingatkan bahwa pelaksanaan OMC tidak bisa dilakukan setiap saat karena sangat bergantung pada kondisi cuaca. Keberhasilan hujan buatan ditentukan oleh keberadaan awan hujan yang dapat disemai.
Ketua Tim Kerja Prediksi Bulanan BMKG, Supari menjelaskan, OMC merupakan salah satu upaya mitigasi untuk mengurangi dampak kekeringan. Namun, pelaksanaannya harus memenuhi sejumlah persyaratan teknis.
Menurutnya, efektivitas OMC bergantung pada ketepatan waktu, lokasi penyemaian, serta ketersediaan awan hujan yang masih mengandung cukup uap air.
"OMC hanya dapat meningkatkan peluang terjadinya hujan apabila masih terdapat awan hujan yang sedang tumbuh dan memiliki kandungan air yang cukup untuk disemai," jelas Supari.
Ia menegaskan, pada musim kemarau yang sangat kering, OMC justru tidak dapat dilaksanakan karena tidak tersedia bibit awan yang dapat disemai.
"Oleh karena itu, pada musim kemarau yang kering, justru OMC tidak dapat dilaksanakan karena tidak ada bibit awan untuk disemai," tuturnya.
Dengan demikian, rencana Pemprov DKI melakukan hujan buatan akan bergantung pada hasil pemantauan BMKG terhadap dinamika atmosfer. Jika kondisi awan memenuhi syarat, OMC dapat menjadi salah satu langkah untuk membantu mengurangi dampak kekeringan yang berpotensi memengaruhi Jakarta dan wilayah sekitarnya. ***
| Editor | : | Senopati Ukoro |
| Kategori | : | Badminton, DKI Jakarta |













