Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
10 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
17 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
10 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
10 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
9 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
6 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Home  /  Berita  /  Basket

Siasati Blokir AS, Militer China Pakai OpenAI untuk Senjata

Siasati Blokir AS, Militer China Pakai OpenAI untuk Senjata
Drone bawah laut HSU100 saat dipamerkan di parade militer dalam rangka peringatan 80 tahun kemenangan China atas Jepang dalam Perang Dunia, di Lapangan Tiananmen, Beijing, 3 September 2025.
Jum'at, 31 Juli 2026 16:04 WIB

JAKARTA - Peneliti militer China dilaporkan menggunakan keluaran data dari sistem kecerdasan buatan atau AI terkemuka milik Amerika Serikat, seperti OpenAI dan Anthropic. Langkah ini dilakukan untuk melatih model AI domestik guna meningkatkan kapabilitas pertahanan negara tersebut Jumat (31/7/2026).

Berdasarkan temuan dari sekitar 80 makalah akademik dan paten, institusi yang terafiliasi dengan keamanan China memanfaatkan teknologi Barat sebagai jalan pintas. Siasat ini tetap berjalan di tengah upaya Washington membatasi akses Beijing terhadap infrastruktur komputasi dan cip canggih.

Taktik Distilasi Model

Metode utama yang diterapkan oleh para ilmuwan ini dikenal dengan istilah distilasi model. Melalui teknik ini, mereka menggunakan hasil penalaran dari sistem AI besar untuk melatih model lokal yang ukurannya lebih kecil dan terspesialisasi.

Hasil distilasi tersebut memungkinkan militer menjalankan sistem secara lokal tanpa bergantung pada daya komputasi raksasa. Dokumen Universitas Nasional Teknologi Pertahanan milik Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) mengungkap bahwa teknologi ini dipasang pada pesawat nirawak (drone) untuk menganalisis video dan menentukan target secara mandiri saat komunikasi terputus.

Risiko Keamanan Data

Di ranah operasi siber, Unit PLA 96941 terpantau memakai GPT-3.5 untuk memproses kode sumber militer. Mereka merangkum perangkat lunak tersebut guna melatih model lokal yang beroperasi secara tertutup di jaringan internal mereka.

"Mengajari sebuah model tentang jawaban yang benar adalah satu hal, tetapi mengajarinya alur penalaran di balik jawaban tersebut jauh lebih sulit," terang Analis Jamestown Foundation, Sunny Cheung.

Ia menambahkan bahwa peneliti militer China sengaja memindahkan alur penalaran eksklusif dari model Barat ke sistem kecil yang bisa mereka kendalikan sepenuhnya. Menyikapi laporan ini, perwakilan Anthropic menegaskan tidak pernah membuka akses komersial ke China, sementara Moonshot selaku pengembang AI lokal membantah penggunaan teknik distilasi untuk produk mereka. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:kompas.com
Kategori:Basket
wwwwww