Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
13 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
Kemenpora
23 jam yang lalu
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
3
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
7 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
6 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
7 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
6 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Voli

Temukan 414 Dapur Fiktif, BGN Tarik Anggaran Rp311 Miliar

Temukan 414 Dapur Fiktif, BGN Tarik Anggaran Rp311 Miliar
Kepala BGN bongkar 414 dapur MBG bermasalah: ada yang fiktif hingga rekening double.
Jum'at, 31 Juli 2026 17:39 WIB

JAKARTA - Badan Gizi Nasional menemukan ratusan Satuan Pelayanan Program Gizi yang bermasalah dalam pengelolaan dana operasional program Makan Bergizi Gratis Jumat (31/7/2026). Berdasarkan audit internal, sebanyak 414 dapur tercatat memiliki rekening ganda atau bahkan belum berdiri sama sekali.

Kepala Badan Gizi Nasional, Sudaryono memaparkan bahwa temuan ini terungkap usai lembaganya menyisir ribuan rekening virtual yang terhubung dengan dapur SPPG. Dana yang telanjur dikirimkan dari pusat kini ditarik kembali guna menyelamatkan keuangan negara.

"Totalnya Rp311,2 miliar, kami kembalikan ke kas negara dari hasil penyisiran kami yang kami ditemukan sampai dengan saat ini, dari 414 SPPG," ujarnya dalam konferensi pers di kantor BGN, Jakarta.

Dugaan Keterlibatan Oknum

Dalam penjelasannya, Sudaryono menduga ada keterlibatan pihak internal dalam pendistribusian dana ke rekening-rekening anomali tersebut. Penelusuran sementara mengarah pada dua kemungkinan motif utama di balik penyimpangan pengiriman anggaran.

"Jadi kami menduga, ini namanya dugaan, tentu saja pembuktiannya ada pada penegak hukum. Kami menduga kenapa uang bisa ke rekening di mana dapur itu rekeningnya dobel, atau dapur itu belum beroperasi, kami menduga ada oknum-oknum terdahulu di dalam BGN yang kemudian mengirimkan ini," tuturnya.

Motif pertama diduga berkaitan dengan tindakan memperkaya diri sendiri atau pencurian. Sementara motif kedua berkaitan dengan upaya mendongkrak laporan penyerapan anggaran agar terlihat tinggi di atas kertas.

Penyerahan Berkas ke Kejagung

Guna memastikan transparansi, BGN telah meneruskan temuan kasus ini kepada Kejaksaan Agung. Pemeriksaan hukum akan diberlakukan secara adil tanpa pandang bulu kepada pihak eksternal maupun internal lembaga.

"Ya, tentu saja bagi dapur SPPG atau pihak-pihak mana pun, mau mitra, mau siapa pun itu, termasuk juga adalah oknum-oknum yang ada di badan gizi ini tidak ada yang kebal hukum, kami sampaikan semuanya kepada penegak hukum," pungkasnya. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:okezone.com
Kategori:Voli
wwwwww