Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
14 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
Kemenpora
24 jam yang lalu
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
3
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
8 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
7 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
7 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
6 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Basket

Batal Gelar Operasi Bersenjata, Trump Buka Ruang Dialog dengan Iran

Batal Gelar Operasi Bersenjata, Trump Buka Ruang Dialog dengan Iran
Presiden amerika serikat donald trump. the new york times
Senin, 03 Agustus 2026 09:18 WIB

JAKARTA - Pemerintah Amerika Serikat (AS) di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump memutuskan untuk menghentikan persiapan serangan militer ke wilayah Iran. Langkah ini diambil guna memfasilitasi perundingan damai yang dijadwalkan mulai Senin (3/8/2026).

Keputusan tersebut diumumkan setelah Iran beserta beberapa negara tetangganya di Timur Tengah meminta penundaan aksi militer. Mereka menginginkan waktu tambahan untuk merumuskan sebuah kesepakatan komprehensif yang mengatur stabilitas di kawasan tersebut.

Siagakan Kekuatan Militer

Meski membatalkan serangan, Trump menegaskan bahwa Washington tetap berada dalam kondisi siaga tinggi. Melalui unggahan di akun Truth Social, ia menyatakan bahwa angkatan bersenjata AS siap digerakkan apabila diplomasi menemui jalan buntu.

"Amerika Serikat siap siaga dan siaga untuk melawan Republik Islam Iran, dengan tingkat teror militer, kekuatan, dan kekuasaan yang belum pernah terlihat sejak Perang Dunia II," tegasnya memberikan peringatan.

Kendati demikian, opsi diplomasi tetap menjadi pilihan utama. Ia menyetujui pembatalan serangan demi kepentingan masa depan dunia serta kelangsungan hidup negara Iran, asalkan seluruh pihak mampu segera merealisasikan kesepakatan.

"Apakah saya lebih suka membuat kesepakatan? Saya tidak ingin membunuh orang karena banyak orang meninggal, dan kita tidak menginginkan itu," ucapnya merespons pertanyaan wartawan di dalam pesawat Air Force One.

Target Denuklirisasi

Fokus utama perundingan yang berlangsung Senin sore waktu setempat adalah pembukaan kembali Selat Hormuz dan proses denuklirisasi Iran. Ia mengklaim kerangka kesepakatan ini sudah disetujui secara prinsip oleh pihak-pihak terkait, termasuk Israel yang juga berkomitmen menahan diri dari serangan.

Terkait batas waktu perundingan, pihak AS belum menetapkan jadwal akhir yang kaku bagi delegasi Iran. "Kita lihat saja nanti," tutupnya secara singkat. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:metrotvnews.com
Kategori:Basket
wwwwww