Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
11 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
Kemenpora
21 jam yang lalu
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
3
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
4 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
4 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Momentum HSP, Menpora Erick Hadiri Penghargaan Katadata Lifetime Achievement Award 2026
Kemenpora
11 jam yang lalu
Momentum HSP, Menpora Erick Hadiri Penghargaan Katadata Lifetime Achievement Award 2026
6
‎DPRD DKI Pastikan Anggaran Pendidikan dan Kesehatan Tak Dipangkas di APBD 2027
Metropolitan
5 jam yang lalu
‎DPRD DKI Pastikan Anggaran Pendidikan dan Kesehatan Tak Dipangkas di APBD 2027
Home  /  Berita  /  Voli

Dorong Perbaikan Sistemik Lembaga, BPK Adopsi Audit Kecerdasan Buatan

Dorong Perbaikan Sistemik Lembaga, BPK Adopsi Audit Kecerdasan Buatan
Senin, 03 Agustus 2026 13:31 WIB

JAKARTA - Penggunaan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) akan segera diterapkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam proses audit kementerian dan lembaga mulai tahun depan. Agenda modernisasi pengawasan ini dipaparkan saat penyerahan laporan hasil pemeriksaan di Kementerian Imipas, Jakarta Selatan, Senin (3/8/2026).

Pimpinan I BPK, Nyoman Adhi Suryadnyana menyebut bahwa instansinya sedang mengembangkan perangkat Artificial Intelligence Forecast Audit (AIFOR) sebagai basis operasional yang baru.

"Tahun depan Bapak-Ibu sekalian, kita akan mencoba sistem yang namanya AIFOR. Artificial Intelligence Forecast Audit," kata Nyoman.

Ia merinci bahwa instrumen ini akan mengubah pola audit konvensional yang sebelumnya banyak bertumpu pada pengambilan sampel. Laporan yang dihasilkan nantinya dijanjikan lebih teruji karena mengakomodasi penilaian dari berbagai elemen kepakaran, termasuk dari ranah akademik.

"Jadi audit yang kami berikan ke Bapak-Ibu sekalian bukan hanya masalah sampling dan kedalamannya saja, tapi sudah proven. Sudah memasukkan pendapat dan penilaian mulai melibatkan banyak akademisi dan lain sebagainya," rincinya.

Lewat instrumen yang sama, lembaga pemeriksa independen ini menargetkan adanya peningkatan kapasitas internal dalam menyusun pedoman perbaikan bagi entitas yang diaudit.

"Kami juga akan menghasilkan outcome, salah satu outcome-nya adalah menilai apakah rekomendasi kita kualitasnya juga semakin naik, semakin naik. Jadi bukan hanya mengaudit Bapak-Ibu dan memberikan rekomendasi tapi kita juga akan menilai diri kita sendiri," tegasnya.

Optimalisasi sistem pengawasan ini pada akhirnya bermuara pada harapan agar pimpinan kementerian dan lembaga dapat merespons lewat pembenahan tata kelola yang terstruktur.

"Perbaikan ini kami harapkan menjadi perbaikan yang sistemik dan berdampak kepada kementerian dan lembaga yang Bapak-Ibu pimpin," tandasnya.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:detik.com
Kategori:Voli
wwwwww