Ratusan Senpi dan Narkoba Ditemukan di Sekolah Swasta Jaksel, Hermawanto: 'Polisi Harus Usut Tuntas'
![]() |
JAKARTA - Pihak yayasan sekolah swasta mendatangi Mapolres Metro Jakarta Selatan, Kamis (6/8/2026) untuk meminta pendampingan penyelidikan atas ditemukannya 995 pucuk senjata api, amunisi, narkoba jenis ganja dan sabu, serta sekitar 25 keping VCD porno di ruangan tertutup lingkungan sekolah kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Rangkaian penemuan barang berbahaya tersebut terungkap saat pihak sekolah membuka ruangan tertutup yang diperuntukkan bagi kebutuhan siswa jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA. Kuasa hukum yayasan, Hermawanto menerangkan bahwa penemuan pertama terjadi Jumat (10/7/2026) berupa 995 pucuk senjata api, amunisi, serta aksesori senjata. Penelusuran berlanjut Rabu (5/8/2026) dengan ditemukannya beberapa senjata tambahan, ganja, sabu, dan VCD porno.
"Kami menemukan kembali beberapa senjata. Termasuk, juga menemukan narkoba, dan VCD porno," bebernya di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Kamis (6/8/2026).
Hermawanto meminta aparat kepolisian segera menindaklanjuti perkara tersebut secara serius karena jumlah senjata yang ditemukan sangat banyak dan berada di lingkungan fasilitas pendidikan.
"Jadi, kami perlu informasikan kepada masyarakat bahwa karena ini ada senjata yang jumlahnya sangat banyak, nyaris seribu senjata, maka kami ingin perkara ini segera ditindaklanjuti secara serius oleh Polres Metro Jakarta Selatan," ujarnya.
Ia menegaskan keberadaan senjata di lingkungan sekolah dapat menimbulkan potensi bahaya bagi para siswa maupun tenaga pengajar.
"Karena senjata ini bisa disalahgunakan dan tetap bisa berbahaya bagi siapapun. Apalagi, senjata ini disimpan di tempat sekolah yang tentunya berbahaya bagi para siswa dan para guru. Jadi itu yang kami harapkan, dan kami berharap kepolisian akan sangat serius memprosesnya," tambahnya.
Sementara itu, Staf Ahli Ketua Pembina Yayasan, Untung Sangaji menjelaskan awal mula pembukaan ruangan yang berujung pada ditemukannya peralatan senjata dan airsoft gun tersebut.
"Namun, tiba-tiba ketika kita membuka ruangan untuk kepentingan sekolah ini, kita temukan peralatan yang disebut senjata. Airsoft gun yang bisa membunuh karena larasnya itu polos tidak ada alur," ungkapnya.
Rincian barang bukti yang ditemukan mencakup 995 butir amunisi senjata genggam, shotgun kaliber 12/70, laras kaliber 5,56 mm, senjata genggam kaliber 40 dan 9 mm, tiga magazine jenis Glock berkapasitas 30 butir amunisi, satu magazine Walther kaliber 22, satu magazine M4, serta satu alat pembuat peluru. Ditemukan pula paket narkoba ganja dan sabu yang jumlahnya belum dirinci beserta sekitar 25 keping VCD porno berisikan konten beragam.
Untung Sangaji mempertanyakan keberadaan aktivitas tersembunyi dan barang terlarang di dalam area sekolah tersebut.
"Saya mohon rekan-rekan tajami omongan saya. Kenapa di sekolah yang sangat kita hormati, TK, SD, SMP, SMA ini ada orang yang diam-diam melakukan kegiatannya di situ?," tanyanya.
Merespons laporan tersebut, Polres Metro Jakarta Selatan membenarkan adanya temuan senjata api dan airsoft gun di yayasan sekolah swasta kawasan Kebayoran Lama. Pihak kepolisian telah menerima laporan masyarakat sejak Rabu (15/7/2026) dan menerbitkan Laporan Polisi Model A sebagai dasar hukum penanganan awal sebelum melanjutkan proses penyelidikan.***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | republika.co.id |
| Kategori | : | Olympic, Badminton, DKI Jakarta |













