Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
10 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
17 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
10 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
10 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
9 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
6 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Home  /  Berita  /  Badminton

Pramono Janji Tarif Transportasi ke Kepulauan Seribu Lebih Murah

Pramono Janji Tarif Transportasi ke Kepulauan Seribu Lebih Murah
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.
Senin, 10 Agustus 2026 15:58 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
‎JAKARTA- Tarif transportasi dari Jakarta daratan menuju Kepulauan Seribu ditargetkan lebih murah setelah pengelolaannya dialihkan kepada PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mulai 2027.

‎Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan, pengalihan pengelolaan transportasi tersebut merupakan upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menghadirkan layanan yang lebih mudah, efisien, dan terjangkau bagi warga Kepulauan Seribu.

‎
‎"Yang pasti tarifnya akan lebih murah kalau dikelola secara profesional seperti apa yang dilakukan saat ini di Transjakarta," kata Pram, Senin (10/8/2026).
‎
‎Meski demikian, Pram belum mengungkap besaran tarif yang akan diberlakukan. Pemprov DKI masih mematangkan mekanisme pengelolaan transportasi laut tersebut, termasuk skema tarif yang nantinya diterapkan.
‎
‎Menurut Pram, perubahan pengelolaan juga membutuhkan penyesuaian sejumlah regulasi. Pemprov DKI harus menyiapkan perubahan Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Gubernur (Pergub) sebelum kebijakan tersebut dapat diterapkan.
‎
‎Selama ini, transportasi dari Jakarta daratan menuju Kepulauan Seribu berada di bawah pengelolaan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta.
‎
‎Pemprov DKI kemudian memutuskan untuk menyerahkan pengelolaan tersebut kepada Transjakarta, yang merupakan BUMD milik Pemprov DKI.
‎
‎Pramono mengatakan, keputusan tersebut diambil setelah mengevaluasi pengelolaan transportasi yang ada. Menurut dia, layanan transportasi menuju Kepulauan Seribu selama ini belum berjalan secara efisien.
‎
‎“Berdasarkan itu, akhirnya saya memutuskan untuk mengelola transportasi dari, katakanlah, Jakarta daratan ke Kepulauan Seribu, itu akan dikelola oleh Transjakarta,” ujarnya.
‎
‎Pengalihan ini ditargetkan mulai berjalan pada 2027. Pemprov DKI berharap perubahan pengelola dapat memberikan kepastian perjalanan bagi warga Kepulauan Seribu, baik ketika hendak menuju Jakarta maupun saat kembali ke wilayah kepulauan.
‎
‎"Kita harus adil bagi semua warga Jakarta, termasuk di Pulau Seribu. Maka saya sudah memutuskan mulai tahun depan nanti dari seluruh kota yang ada di Jakarta mau ke Pulau Seribu itu transportasinya harus lebih mudah, lebih efisien, dan Pulau Seribu merasa memiliki dan menjadi bagian itu," tegas Pram. 
‎
‎Pram menilai, Transjakarta memiliki pengalaman dan kapasitas dalam mengelola layanan transportasi publik dalam skala besar. Hal tersebut menjadi salah satu pertimbangan Pemprov DKI mempercayakan pengelolaan transportasi menuju Kepulauan Seribu kepada BUMD tersebut.
‎
‎"Kami melihat ini menjadi sangat tidak efisien karena pengalaman yang ada di Jakarta sendiri, di lima wilayah perkotaan yang ada, performa dari Transjakarta sekarang ini cukup sangat baik, mengelola kurang lebih hampir 10.000 bus, lebih bahkan," ucapnya.
‎
‎Selain kemampuan operasional, Pram menyebut peningkatan jumlah pengguna Transjakarta juga menjadi indikator kepercayaan masyarakat terhadap layanan tersebut.
‎
‎"Ketepatan waktu, kemudian di lapangannya, dan seperti kita ketahui peningkatan orang menggunakan Transjakarta juga tinggi sekali. Bulan lalu saja naik menjadi 14,99 persen, ini kenaikannya," pungkasnya. ***

Editor:Senopati Ukoro
Kategori:Badminton, DKI Jakarta
wwwwww