Bank Jakarta Bangun Biodigester di Rusunawa Rorotan dan Rawa Badak Utara
![]() |
| Bank Jakarta Bangun Biodigester Atasi Persoalan Sampah Jakarta. (Ist) |
Selasa, 11 Agustus 2026 15:51 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Bank Jakarta memperkuat kontribusinya dalam penanganan sampah di Ibu Kota melalui pembangunan dua biodigester komunal berbasis sampah organik di Jakarta Utara.
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), masing-masing biodigester dirancang mampu mengolah hingga 250 kilogram sampah organik per hari. Dengan dua unit yang dibangun di Rusunawa Rorotan, Kecamatan Cilincing, dan TPS 3R Kelurahan Rawa Badak Utara, kapasitas pengolahan sampah mencapai 500 kilogram per hari.
Pembangunan program tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama atau groundbreaking di Rusunawa Rorotan, Senin (10/8). Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta Arie Rinaldi, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Wali Kota Jakarta Utara Wawan Budi Rohman, Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Utara Iyan Sopian Hadi, Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara Edy Mulyanto, serta Camat Cilincing Daniel Azka Alfarobi.
Direktur Utama Bank Jakarta Agus H Widodo mengatakan, pembangunan biodigester komunal menjadi salah satu langkah nyata Bank Jakarta dalam mendukung penanganan persoalan sampah, khususnya sampah organik.
Menurutnya, teknologi biodigester memungkinkan sampah organik diolah menjadi biogas yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi terbarukan. Selain itu, proses pengolahan juga menghasilkan residu yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik.
"Pembangunan biodigester di Rorotan merupakan bentuk kontribusi nyata Bank Jakarta untuk turut menjawab tantangan pengelolaan sampah di Jakarta. Kami ingin program TJSL yang dijalankan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung upaya menjaga lingkungan Jakarta," kata Agus, dikutip dari keterangan tertulis, Selasa (11/8).
Berdasarkan kajian teknis, dua unit biodigester tersebut diproyeksikan menghasilkan sekitar 37,5 meter kubik biogas per hari. Program ini juga diperkirakan mampu mengurangi emisi gas rumah kaca sekitar 423 kilogram CO2e per hari atau setara 154,4 ton CO2e per tahun.
Agus memapar, penanganan sampah merupakan tantangan bersama yang membutuhkan kolaborasi dan konsistensi berbagai pihak. Untuk itu, program biodigester tidak hanya diarahkan pada pengolahan sampah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.
"Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari implementasi Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB) Bank Jakarta Tahun 2026, khususnya dalam mendukung pengelolaan limbah organik, pengurangan emisi gas rumah kaca, dan pemanfaatan energi terbarukan," bebernya.
Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta, Arie Rinaldi menambahkan, pengelolaan sampah dari sumber menjadi salah satu aspek penting untuk menangani persoalan sampah secara lebih terintegrasi.
"Melalui pembangunan biodigester ini, Bank Jakarta mengambil bagian dalam upaya pengelolaan sampah organik dari sumber sekaligus mendorong agar sampah dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadi bagian penting agar upaya penanganan sampah dapat dilakukan secara lebih terintegrasi," ujarnya.
Ia menyebut, pembangunan biodigester di Jakarta Utara juga melanjutkan pengalaman Bank Jakarta dalam mendukung pemanfaatan teknologi pengolahan limbah ramah lingkungan. Sebelumnya, Bank Jakarta telah mendukung pembangunan instalasi biodigester komunal di Kelurahan Pekayon, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur, yang diresmikan pada November 2025.
"Pengalaman dari program biodigester di Pekayon menjadi bagian dari upaya kami untuk terus memperluas kontribusi di bidang lingkungan. Kini, kami memperluas pemanfaatan teknologi biodigester yang berasal dari pengolahan sampah organik dari sumber melalui program kolaborasi bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta," pungkasnya.
Melalui program tersebut, Bank Jakarta bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap pengelolaan sampah organik berbasis masyarakat dapat semakin diperkuat. Selain mengurangi beban sampah, pengolahan tersebut diharapkan menghasilkan manfaat ekonomi dan lingkungan bagi masyarakat.
Program ini juga mendukung kontribusi Bank Jakarta terhadap sejumlah tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain SDG 7 tentang energi bersih dan terjangkau, SDG 11 tentang kota dan permukiman berkelanjutan, SDG 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, SDG 13 tentang penanganan perubahan iklim, serta SDG 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan.
Sebagai salah satu financial backbone sektor keuangan Jakarta, Bank Jakarta menyatakan akan terus memperkuat perannya dalam menghubungkan kebutuhan pembangunan kota dengan solusi keuangan dan ekosistem bisnis yang berkelanjutan.
Melalui pembiayaan dan berbagai aktivitas ekonomi yang bertanggung jawab serta inklusif, Bank Jakarta menargetkan terciptanya nilai jangka panjang bagi masyarakat dan pemangku kepentingan sekaligus mendukung pertumbuhan Jakarta yang sehat dan berkelanjutan. ***
| Editor | : | Senopati Ukoro |
| Kategori | : | Korporasi, DKI Jakarta |













