Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
14 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
Kemenpora
24 jam yang lalu
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
3
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
7 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
7 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
7 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
6 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Djohar Arifin Sebut Sudah Saatnya Tokoh Sepakbola Asia Jadi Presiden FIFA

Djohar Arifin Sebut Sudah Saatnya Tokoh Sepakbola Asia Jadi Presiden FIFA
Mantan Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin. (Premier League)
Selasa, 11 Agustus 2026 15:43 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Federasi Sepakbola Dunia (FIFA) akan melaksanakan hajat penting pada tahun 2027, pemilihan Presiden FIFA untuk periode 2027-2031. Rasanya satu tahun lagi itu tidak lama untuk persiapan mencari pengganti Gianni Infantino yang telah terpilih untuk ketiga kalinya sebagai Presiden FIFA sejak 2015 silam.

Mantan Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Djohar Arifin Husin menyatakan sudah saatnya Presiden FIFA dijabat oleh orang Asia. Pasalnya, sejak FIFA didirikan pada 21 Mei 1904 di Paris Prancis, Presiden FIFA dipegang asosiasi sepakbola negara Eropa yaitu Prancis, Belgia, Belanda, Denmark, Spanyol, Swedia dan Swiss.

Presiden FIFA pertama adalah Robert Gueri seorang wartawan senior. Dan, tercatat dari Benua Eropa telah delapan kali menjadi Presiden FIFA, lalu Joe Havelange dari Brasil (Amerika Latin) menjabat Presiden FIFA terlama, (24 tahun). Kemudian, Isa Hayato dari Kamerun (Benua Afrika) Presiden FIFA yang hanya berkuasa selama 5 bulan.

"FIFA telah berdiri selama 122 tahun, namun dalam rentang waktu yang sangat panjang itu tidak satupun presidennya berasal dari Asia. Ini rasanya hal yang sangat tidak adil di organisasi olahraga terpopuler di jagat raya yang mengedepankan Fair Flay," tegas Djohar dalam siaran persnya, Selasa (11/8/2026).

Lantas mengapa muncul usulan Presiden FIFA dari Asia, Profesor Doktor Bidang Perencanaan Pembangunan Alumni Universiti Malaya Malaysia ini menjawab, "Diskriminasi tak boleh ada dalam sepakbola. Kalau Presiden FIFA dari Asia bisa dipastikan perhatian untuk pembangunan sepakbola di Asia semakin tinggi."

Selain itu, kata Djohar, ada beberapa alasan yang mendasarinya. Antara lain: negara Asia merupakan anggota terbanyak FIFA, lalu jumlah klub, pemain, penonton, dan juga pemirsa TV siaran sepakbola terbanyak. "Yang patut menjadi catatan penting adalah Piala Dunia tersukses itu dilaksanakan di Asia tepatnya di Qatar. Itu yang harus dipahami,' ungkapnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, kata Djohar, Asia harus mendorong tokoh sepakbola yang punya pengalaman luar biasa di sepakbola dan bisa diterima negara-negara anggota FIFA lainnya.

Contohnya, Tengku Abdullah Ahmad, ex Dipertuan Agong Malaysia, ex Ketua Sepakbola Malaysia dan pernah menjadi Senior Vice President di FIFA yang juga Exco Member FIFA. Lalu, Sultan Negeri Pahang Malaysi, Tengku Abdullah Ahmad pernah menjadi pengurus AFF, AFC dan Presiden Bolasepak Malaysia. Dan, Sheik Salman bin Ibrahim Al Khalifa, Presiden Sepakbola Bahrain yang saat ini menjabat Presiden AFC dan Senior Vice Presiden FIFA.

"Tengku Abdullah Ahmad akan mendapat dukungan dari negara-negara ASEAN, Asia, dan negara Persemakmuran serta negara-negara Islam yang tergabung dalam-OKI. Begitu juga dengan Sheik Salman karena negaranya Bahrain punya hubungan baik Anggota OKI dan negara di Benua Amerika, Eropa, dan Afrika," katanya.

Terkait pencalonan Presiden FIFA periode 2027-2031, Djohar mengimbau negara ASEAN dan Asia harus bersatu mengusung satu calon dari Asia sehingga peluangnya besar. "Saya sangat yakin dengan calon tunggal dari Asia peluag terpilih menjadi Presiden FIFA cukup besar," tutupnya. ***

wwwwww