Perkuat Pengelolaan Sampah, Bank Jakarta Bangun Dua Biodigester di Jakarta Utara
![]() |
| Groundbreaking pembangunan biodigester di Rusunawa Rorotan. (Ist). |
Selasa, 11 Agustus 2026 15:40 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Bank Jakarta melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) membangun dua unit biodigester komunal berbasis sampah organik di Jakarta Utara dengan kapasitas pengolahan mencapai 500 kilogram sampah per hari.
Pembangunan biodigester tersebut berlokasi di Rusunawa Rorotan, Cilincing, dan TPS 3R Kelurahan Rawa Badak Utara. Peletakan batu pertama atau groundbreaking dilakukan di Rusunawa Rorotan, Senin (10/8/2026).
Groundbreaking dihadiri Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta Arie Rinaldi, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Wali Kota Jakarta Utara Wawan Budi Rohman, Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Utara Iyan Sopian Hadi, Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Kota Administrasi Jakarta Utara Edy Mulyanto, serta Camat Cilincing Daniel Azka Alfarobi.
Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H. Widodo mengatakan, pembangunan biodigester komunal merupakan bentuk kontribusi Bank Jakarta dalam mendukung penanganan persoalan sampah di Jakarta, khususnya sampah organik.
Menurut dia, teknologi biodigester memungkinkan sampah organik diolah menjadi biogas sebagai sumber energi terbarukan. Sementara itu, residu dari proses pengolahan dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik.
"Pembangunan biodigester di Rorotan merupakan bentuk kontribusi nyata Bank Jakarta untuk turut menjawab tantangan pengelolaan sampah di Jakarta. Kami ingin program TJSL yang dijalankan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung upaya menjaga lingkungan Jakarta," kata Agus.
Secara teknis, masing-masing biodigester dirancang mampu mengolah hingga 250 kilogram sampah organik per hari. Dengan dua unit yang dibangun, total kapasitas pengolahan mencapai 500 kilogram sampah organik per hari.
Berdasarkan kajian teknis, kedua biodigester tersebut diproyeksikan menghasilkan sekitar 37,5 meter kubik biogas per hari. Pengoperasian dua unit itu juga diperkirakan mampu mengurangi emisi gas rumah kaca sekitar 423 kilogram CO2e per hari atau setara 154,4 ton CO2e per tahun.
Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta, Arie Rinaldi mengatakan, pengelolaan sampah membutuhkan kolaborasi dan kesinambungan program dari berbagai pihak.
"Melalui pembangunan biodigester ini, Bank Jakarta mengambil bagian dalam upaya pengelolaan sampah organik dari sumber sekaligus mendorong agar sampah dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadi bagian penting agar upaya penanganan sampah dapat dilakukan secara lebih terintegrasi," ucap Arie.
Program biodigester di Jakarta Utara tersebut juga menjadi bagian dari implementasi Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB) Bank Jakarta 2026, khususnya dalam mendukung pengelolaan limbah organik, pengurangan emisi gas rumah kaca, dan pemanfaatan energi terbarukan.
Pembangunan biodigester di Rorotan dan Rawa Badak juga melanjutkan kontribusi Bank Jakarta dalam pemanfaatan teknologi pengolahan limbah ramah lingkungan. Sebelumnya, Bank Jakarta mendukung pembangunan instalasi biodigester komunal di Kelurahan Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur, yang diresmikan pada November 2025.
“Pengalaman dari program biodigester di Pekayon menjadi bagian dari upaya kami untuk terus memperluas kontribusi di bidang lingkungan. Kini, kami memperluas pemanfaatan teknologi biodigester yang berasal dari pengolahan sampah organik dari sumber melalui program kolaborasi bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta,” ujar Arie.
Bank Jakarta bersama Pemprov DKI Jakarta berharap program tersebut dapat memperkuat pengelolaan sampah organik berbasis masyarakat sekaligus mendorong terciptanya lingkungan Jakarta yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Program tersebut turut mendukung kontribusi Bank Jakarta terhadap sejumlah target Sustainable Development Goals (SDGs), yakni SDG 7 tentang energi bersih dan terjangkau, SDG 11 tentang kota dan permukiman berkelanjutan, SDG 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, SDG 13 tentang penanganan perubahan iklim, serta SDG 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan.
Sebagai financial backbone bagi Jakarta, Bank Jakarta menyatakan akan terus memperkuat perannya melalui pembiayaan dan aktivitas ekonomi yang bertanggung jawab, inklusif, dan berorientasi pada keberlanjutan. ***
| Editor | : | Senopati Ukoro |
| Kategori | : | Badminton, Korporasi, DKI Jakarta |













