Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
12 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
Kemenpora
22 jam yang lalu
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
3
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
6 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
5 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
5 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Momentum HSP, Menpora Erick Hadiri Penghargaan Katadata Lifetime Achievement Award 2026
Kemenpora
12 jam yang lalu
Momentum HSP, Menpora Erick Hadiri Penghargaan Katadata Lifetime Achievement Award 2026
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Bukan Jadi Emiten, Ini Skema Pengelolaan Wakaf Istiqlal di Bursa Efek

Bukan Jadi Emiten, Ini Skema Pengelolaan Wakaf Istiqlal di Bursa Efek
Foto Masjid Istiqlal (net)
Selasa, 11 Agustus 2026 14:55 WIB

JAKARTA - Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik memberikan penjelasan terkait keterlibatan Masjid Istiqlal dalam ekosistem pasar modal syariah. Langkah pengelolaan dana filantropi Islam tersebut berjalan melalui kolaborasi antara pengelola masjid dan instrumen investasi syariah yang disampaikan di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Keterlibatan ini dilakukan melalui Istiqlal Global Fund (IGF) yang menghimpun dana wakaf untuk dikelola secara profesional. Skema ini memungkinkan pemanfaatan aset melalui berbagai instrumen pasar modal, guna memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan.

Integrasi Filantropi dan Investasi

Jeffrey menerangkan bahwa program filantropi Islam kini semakin terintegrasi dengan pasar modal di Tanah Air. Beberapa aplikasi perdagangan saham syariah saat ini juga sudah mampu mengakomodasi aktivitas sosial tersebut secara digital.

"Pada kegiatan Capital Markets of Indonesia Expo kami mengundang manajer investasi bersama dengan Masjid Istiqlal. Jadi filantropi Islam yang disalurkan ke Masjid Istiqlal itu akan dikelola secara profesional oleh manajer investasi, nah itu yang sedang dikerjakan," jelasnya.

Dana yang disalurkan oleh masyarakat tidak sebatas pada satu instrumen keuangan. Aset tersebut dikonversi ke dalam portofolio yang dapat memberikan imbal hasil produktif.

"Bisa bentuknya saham, bisa bentuknya reksa dana, bisa bentuknya dana dan kemudian itu akan dikelola oleh manajer investasi," papar Jeffrey.

Kolaborasi Pengelolaan Aset Umat

Secara teknis, skema pengelolaan berlandaskan kerja sama antara IGF dengan PT Majoris Asset Management yang ditandatangani saat rangkaian Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2025. Dalam kesepakatan tersebut, IGF bertindak sebagai nazhir yang bertugas menyalurkan manfaat kepada penerima.

Sementara itu, Majoris berperan selaku manajer investasi yang mengelola portofolio wakaf melalui sistem Kontrak Pengelolaan Dana (KPD) berprinsip syariah. Melalui langkah ini, aset umat ditransformasikan menjadi wakaf produktif yang transparan dan berdampak luas.

Terkait total akumulasi dana yang telah terhimpun dari program ini, otoritas bursa menyatakan masih melakukan peninjauan angka pastinya.

"Nah saya belum dapat datanya, tetapi itu sudah mulai bergulir. Kalau yang terkait dengan pasar modal syariah ya tentu filantropi Islam yang kita dukung," imbuhnya.

Perluasan Partisipasi Investor

Masuknya Masjid Istiqlal ke dalam ekosistem BEI dipastikan bukan berarti entitas tersebut mencatatkan diri sebagai emiten di lantai bursa. Langkah ini murni merupakan jalur penyaluran serta pengembangan dana wakaf menggunakan fasilitas pasar modal syariah.

Ke depannya, otoritas bursa menargetkan partisipasi publik serta pelaku industri keuangan syariah dapat terus meningkat seiring dengan edukasi yang berjalan.

"Ya tentu kita harapkan akan lebih banyak lagi MI yang berpartisipasi, lebih banyak lagi investor yang memberikan wakaf, misalnya ada wakaf saham, wakaf reksa dana dan kemudian tentu lebih banyak lagi penerima manfaat," tutupnya.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inews.id
Kategori:Olympic, Ekonomi, DKI Jakarta
wwwwww