Bela Gianni Infantino, Trump Peringatkan FIFA Jangan Ganti Presiden
![]() |
| Presiden FIFA Gianni Infantino dan Presiden AS Donald Trump (dok. REUTERS/Dylan Martinez). |
JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan peringatan tegas kepada Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) terkait wacana pergantian posisi presiden yang kini diduduki oleh Gianni Infantino. Peringatan ini muncul di tengah tekanan besar terhadap Infantino akibat rencana penjualan saham hak komersial Piala Dunia yang kini telah dibatalkan.
Trump menilai langkah untuk mengganti Infantino akan membawa kerugian besar bagi organisasi sepak bola dunia tersebut. Dukungan ini ia sampaikan melalui akun media sosial Truth Social, Senin (10/8/2026).
"FIFA akan melakukan kesalahan yang parah jika, karena alasan apa pun, mereka bahkan mempertimbangkan untuk mengganti Presiden Gianni Infantino," tulis Trump.
Pujian untuk Kesuksesan Piala Dunia
Trump menilai Infantino sebagai figur luar biasa yang berhasil membawa perubahan positif. Ia mengklaim kompetisi di bawah kepemimpinan pria tersebut mencapai tingkat kesuksesan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
"Jika dia pergi, kompetisi ini tidak akan pernah lagi sesukses atau menguntungkan seperti itu lagi!" tambahnya.
Infantino sendiri telah memimpin FIFA sejak 2016 dan masa jabatannya akan berakhir 2027 mendatang. Saat ini, ia tengah berupaya untuk memperpanjang kepemimpinannya hingga 2031. Namun, ambisi tersebut terhambat oleh polemik rencana penjualan saham komersial kepada investor ekuitas swasta yang memicu desakan agar dirinya mundur.
Kritik Keras dari Konfederasi
Rencana penjualan saham yang diusung Infantino menuai penolakan keras dari berbagai konfederasi. Persatuan Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA), Konfederasi Sepak Bola Amerika Utara, Amerika Tengah, dan Karibia (CONCACAF), serta Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menerbitkan surat terbuka bersama, Senin (10/8/2026).
Ketiga konfederasi tersebut melabeli rencana itu sebagai pelanggaran kepercayaan mendasar terhadap institusi yang bernaung di bawah FIFA. "Ketika kepercayaan dirusak melalui tipu daya, ketika seseorang menempatkan dirinya di atas kepentingan bersama yang telah mempercayakan wewenang kepadanya, maka kewajiban itu telah diabaikan," urai surat terbuka tersebut.
Merespons gelombang protes, FIFA telah meminta maaf pekan lalu dan memastikan rencana penjualan saham itu dibatalkan. Melalui pertemuan darurat di Maroko, para pejabat senior FIFA kembali menegaskan dukungan penuh terhadap kepemimpinan Infantino. FIFA juga menyatakan tidak akan mentoleransi serangan terhadap integritas dan tata kelola organisasi mereka ke depannya.***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | detik.com |
| Kategori | : | Sepakbola, Basket, DKI Jakarta |













