Ratusan Anomali Panas Terdeteksi, Kapolda Riau Kawal Cek Karhutla
![]() |
| Pantauan udara yang dilakukan Forkopimda Riau. |
Penulis: M Rafdinal Adrianto
PEKANBARU - Tiga kabupaten di Provinsi Riau, yakni Indragiri Hulu, Siak, dan Indragiri Hilir, menjadi perhatian khusus jajaran pemerintah daerah dan aparat penegak hukum. Tingginya konsentrasi titik panas (hotspot) di wilayah tersebut mendorong Forkopimda Riau melaksanakan patroli udara untuk mengakselerasi upaya pencegahan dan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Rabu (12/8/2026).
Berdasarkan pencitraan Dashboard Lancang Kuning (DLK), angka anomali panas di Provinsi Riau meroket dari 23 titik menjadi 123 titik. Dari total tersebut, 101 titik bermuara di wilayah Indragiri Hulu, Siak, dan Indragiri Hilir.
Tinjauan Langsung Pimpinan Daerah
Situasi ini memicu gerak cepat lintas sektoral. Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan, Kajati Riau I Dewa Gede Wirajana, Kepala BPBD Riau M Edy Afrizal, dan Kapoksahli Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Brigjen TNI Muhammad Yahya memantau langsung kondisi bentang alam Riau dari helikopter.
"Kami dari unsur pimpinan Forkopimda Riau juga turun langsung melakukan patroli udara, untuk menentukan langkah mitigasi yang harus dilakukan agar Karhutla yang terjadi cepat diatasi dengan tepat," papar Irjen Herry usai memantau wilayah terdampak.
Patroli ini dirancang sebagai instrumen mitigasi komprehensif, mulai dari deteksi dini, evaluasi kesiapan logistik pemadaman, hingga perumusan komando terpusat antarinstansi.
Pemetaan Klasifikasi Titik Panas
Data yang dihimpun dari Posko Karhutla Polda Riau memperlihatkan bahwa dari 123 titik terdeteksi, 119 di antaranya berada di level medium. Sementara itu, terdapat 3 titik berstatus low dan 1 titik menyala pada level high.
Kabupaten Indragiri Hulu menduduki peringkat teratas sebaran wilayah dengan 42 titik panas (3 low, 38 medium, 1 high). Di urutan selanjutnya, Kabupaten Siak mendeteksi 34 titik dan Indragiri Hilir sebanyak 25 titik medium.
Sementara sisa 22 titik lainnya tersebar di wilayah Pelalawan (7 titik), Kampar (5 titik), Kuantan Singingi (4 titik), Kepulauan Meranti (3 titik), Bengkalis (2 titik), dan Dumai (1 titik).
Validasi Fakta Lapangan
Mengantisipasi meluasnya area yang terbakar, Kapolda Riau memberikan instruksi tegas kepada seluruh personel kewilayahan. Sistem pemantauan digital yang canggih harus segera diikuti dengan mobilisasi petugas di lapangan.
"Pemantauan dilakukan untuk memastikan setiap titik panas segera diverifikasi sehingga dapat diketahui apakah merupakan titik api aktif atau anomali panas yang tidak berkaitan dengan kebakaran," tandas Irjen Herry. ***













