Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
9 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
8 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
9 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
8 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
DKI Jakarta
9 jam yang lalu
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
Home  /  Berita  /  Basket

Rencana Latihan Angkatan Laut China-RI Dikecam Pemerintah Taiwan

Rencana Latihan Angkatan Laut China-RI Dikecam Pemerintah Taiwan
Ilustrasi Bendera Taiwan (Foto: dok. AFP)
Rabu, 12 Agustus 2026 12:26 WIB

JAKARTA - Pemerintah Taiwan melontarkan kecaman terhadap agenda latihan angkatan laut bersama antara militer China dan Indonesia yang direncanakan berlangsung bulan ini. Latihan maritim yang akan mengambil lokasi di lepas pantai timur Taiwan tersebut dianggap sebagai upaya Beijing untuk mengaburkan status yurisdiksi wilayah perairan internasional.

Taiwan dengan tegas menolak klaim otoritas China yang terus menyatakan bahwa pulau beserta perairan di sekitarnya adalah bagian dari kedaulatan teritorial mereka.

Klaim Sepihak Atas Perairan

Dewan Urusan Daratan, lembaga negara Taiwan yang mengelola kebijakan terkait China, menilai pengerahan armada militer asing ke wilayah dekat batas laut mereka adalah tindakan tidak berdasar. Melalui rilis resminya, Rabu (12/8/2026), lembaga ini mengkritik agenda tersebut.

"Mengutuk keras provokasi militer CCP," tegas pernyataan resmi dewan tersebut.

Otoritas Taiwan menyebut langkah Beijing sebagai manipulasi persepsi global. "Langkah ini, pada kenyataannya bertujuan untuk menciptakan kesan palsu bagi komunitas internasional bahwa CCP memiliki yurisdiksi atas perairan di sebelah timur Taiwan dan secara terang-terangan melanggar kedaulatan nasional dan hak serta kepentingan maritim kami," paparnya.

Tujuan Operasional Gabungan

Rencana latihan maritim ini pertama kali diungkapkan oleh Kementerian Pertahanan China, Selasa (11/8/2026). Dalam keterangannya, pihak China mengonfirmasi akan mengikutsertakan kapal perang mereka bersanding dengan kapal fregat milik angkatan bersenjata Indonesia pada pertengahan Agustus mendatang.

Menurut versi Beijing, aktivitas pelayaran ini ditujukan guna "meningkatkan kemampuan operasional gabungan kedua angkatan laut dan bersama-sama menjaga perdamaian dan stabilitas regional". Sementara itu, pihak militer Indonesia belum mengeluarkan pernyataan balasan saat dimintai konfirmasi oleh awak media mengenai kolaborasi ini.

Patroli Rutin di Wilayah Sengketa

Dinamika maritim ini terjadi bersamaan dengan pelaksanaan agenda latihan militer skala besar di internal Taiwan. Taipei saat ini tengah melatih kesiapsiagaan sipil dan militer sebagai bentuk antisipasi terhadap ancaman dari luar.

China sendiri tercatat rutin menempatkan kapal penjaga pantai dan armada perangnya di wilayah sekitar pulau. Juni lalu, otoritas Taiwan juga sempat melayangkan protes atas patroli armada China di zona Pasifik Barat, menyebut tindakan itu sebagai tindakan provokatif yang membahayakan stabilitas kawasan.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:detik.com
Kategori:Basket
wwwwww