Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
11 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
Kemenpora
21 jam yang lalu
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
3
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
5 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
4 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
5 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
6
Momentum HSP, Menpora Erick Hadiri Penghargaan Katadata Lifetime Achievement Award 2026
Kemenpora
11 jam yang lalu
Momentum HSP, Menpora Erick Hadiri Penghargaan Katadata Lifetime Achievement Award 2026
Home  /  Berita  /  Voli

Angkat Isu Ketahanan Pangan, Prabowo Sebut Kloning Sapi Bisa Jadi Jalan Keluar

Angkat Isu Ketahanan Pangan, Prabowo Sebut Kloning Sapi Bisa Jadi Jalan Keluar
Jum'at, 14 Agustus 2026 19:08 WIB

JAKARTA - Rencana pemanfaatan rekayasa genetika berupa teknologi kloning untuk populasi sapi menjadi salah satu sorotan Presiden Prabowo Subianto dalam upaya mendongkrak kapasitas produksi daging nasional. Gagasan inovasi agrikultur ini diutarakannya dalam forum Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI 2026 yang berlangsung di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Mengingat Indonesia masih menghadapi tantangan pemenuhan kebutuhan daging domestik secara mandiri, Prabowo mendorong penguasaan teknologi mutakhir tingkat global. Salah satu instrumen saintifik yang dinilai mampu mengatasi defisit tersebut adalah melalui kloning hewan ternak bergenetik unggul.

"Saudara-saudara, sebagai contoh untuk meningkatkan hasil daging kita, kita perlu sapi yang banyak. Ya dengan itu kita bisa mendapatkan teknologi kloning. Dengan kloning kita bisa memperbanyak kita punya ternak," paparnya.

Integrasi teknologi peternakan ini merupakan manifestasi dari fokus pemerintah terhadap ekspansi sektor hulu (upstreaming). Menurutnya, akselerasi perekonomian domestik membutuhkan keseimbangan antara operasional hilirisasi sumber daya alam dan penguasaan infrastruktur teknologi pada tahapan produksi.

"Keuntungan BUMN juga sekarang kita gunakan untuk mempercepat upaya downstreaming kita dengan juga upstreaming. Kita juga akan membeli perusahaan-perusahaan terbaik di dunia untuk kita bisa dapat teknologinya, kita bisa dapat IP-IP-nya, kita bisa dapat manajemen yang terbaik, kita bisa dapat pasarnya, kita bisa dapat pengalaman mereka, sehingga nanti ekonomi kita akan kuat," sambungnya.

Langkah penguasaan modal intelektual tersebut didukung oleh pemanfaatan laba korporasi negara secara terstruktur. Bersama entitas Danantara, pemerintah mengeksekusi dua gelombang pembangunan fasilitas hilirisasi, yakni 13 proyek perdana pada 6 Februari 2026 dan 13 instalasi lanjutan pada 29 April 2026.

Rangkaian program padat karya yang membuka puluhan ribu lapangan kerja ini meliputi gasifikasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME) guna menyubstitusi LPG, pemurnian material tembaga dan emas, pengolahan garam untuk industri, pabrikasi aluminium dari bahan baku alumina, serta pengembangan fasilitas pengolah sampah menjadi energi listrik.

Dukungan pembiayaan untuk ekspansi masif ini sejalan dengan peningkatan drastis rapor keuangan BUMN. Laba perusahaan negara terkerek dari Rp186 triliun pada 2024 menjadi Rp326 triliun pada 2025. Perolehan dividen juga mencatatkan pertumbuhan pesat menjadi Rp142,3 triliun.

Setelah disesuaikan dengan pencabutan nilai Penanaman Modal Negara (PMN), setoran dividen bersih tahun 2025 mengamankan angka Rp138 triliun. Pencapaian ini bertumbuh progresif dibandingkan posisi Rp53 triliun pada periode tahun sebelumnya. Menatap tahun 2026, pemerintah membidik realisasi dividen BUMN di kisaran Rp200 triliun tanpa dukungan PMN.

"Ini membuktikan dengan manajemen yang akal sehat, dengan niat tidak menipu, keberhasilan kita bisa datang dengan sangat cepat," tutupnya.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inews.id
Kategori:Nasional, Voli, DKI Jakarta
wwwwww