Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
14 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
9 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
13 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
10 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
13 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Basket

Abaikan Ultimatum Negosiasi, Iran Soroti Pelanggaran AS atas Kesepakatan 17 Juni

Abaikan Ultimatum Negosiasi, Iran Soroti Pelanggaran AS atas Kesepakatan 17 Juni
Ilustrasi (net)
Senin, 17 Agustus 2026 18:24 WIB

TEHERAN - Republik Islam Iran menegaskan tenggat waktu 60 hari terkait negosiasi dengan Amerika Serikat (AS) sudah tidak dapat diterapkan. Pihak Teheran menilai Washington telah mengkhianati nota kesepahaman yang disetujui bersama pada 17 Juni lalu.

Kebijakan Tanpa Tekanan

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei memaparkan bahwa draf kesepahaman sejak awal tidak menetapkan batas waktu absolut bagi Iran untuk mencapai mufakat. Keterangan ini disampaikannya kepada awak media, Senin (17/8/2026).

"Tidak ada ketentuan dalam nota kesepahaman yang mengacu pada 'batas waktu 60 hari', dan Republik Islam Iran tidak pernah merumuskan kebijakannya berdasarkan tekanan, ultimatum, atau batas waktu," terangnya.

Dialog Terhenti Sebelum Dimulai

Baghaei menguraikan bahwa periode 60 hari itu sebatas acuan waktu untuk membicarakan isu pencabutan sanksi dan program nuklir, dilengkapi opsi perpanjangan. Sayangnya, rencana pembicaraan itu tidak terlaksana akibat tindakan sepihak AS.

"Karena pelanggaran terang-terangan dan meluas terhadap nota kesepahaman oleh Amerika Serikat, tidak ada dialog yang dimulai hanya beberapa minggu setelah penandatanganannya," urainya.

Kondisi tersebut menjadi landasan utama bagi Teheran untuk mencabut komitmen batas waktu.

"Akibatnya, pembahasan mengenai batas waktu 60 hari sepenuhnya kehilangan relevansinya," tandasnya.

Keamanan Rute Maritim

Pada kesempatan yang sama, pemerintah Iran menyampaikan perkembangan terkait pembahasan jalur perairan regional. Saat ini, Teheran masih intens merundingkan jalur transit maritim di Selat Hormuz bersama pemerintah Oman. Baghaei menyebut penyelesaian peta rute pelayaran ini memakan waktu yang cukup panjang akibat kerentanan keamanan yang timbul dari langkah AS dan Israel, serta tingginya kompleksitas pihak yang melintasi kawasan perairan tersebut.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:metrotvnews.com
Kategori:Basket, DKI Jakarta
wwwwww