Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
9 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
8 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
9 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
8 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
DKI Jakarta
9 jam yang lalu
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
Home  /  Berita  /  Basket

Kecewa Sikap Israel, Menlu Wong: 'Keluarga Berhak Dapat Keadilan'

Kecewa Sikap Israel, Menlu Wong: Keluarga Berhak Dapat Keadilan
Menlu Australia, Penny Wong.
Kamis, 20 Agustus 2026 11:20 WIB

CANBERRA - Otoritas Australia melayangkan protes keras terhadap langkah Israel yang menghentikan penyelidikan pidana atas tewasnya tujuh pekerja kemanusiaan di Jalur Gaza. Buntut dari keputusan tersebut, pemerintah di Canberra memanggil Duta Besar Israel untuk meminta penjelasan resmi.

Insiden yang terjadi pada April 2024 lalu itu menewaskan staf World Central Kitchen (WCK), termasuk seorang warga negara Australia bernama Lalzawmi Frankcom yang akrab disapa Zomi.

Pemanggilan Duta Besar

Menteri Luar Negeri Australia, Penny Wong menyatakan kekecewaannya atas keputusan sepihak tersebut. Ia langsung memanggil Duta Besar Israel di Canberra, Hillel Newman pada Kamis (20/8/2026).

Wong juga menginstruksikan perwakilan diplomatik Australia di Tel Aviv untuk menyampaikan keberatan mereka secara langsung kepada jajaran pemerintahan Israel.

"Pemerintah Australia mengetahui keputusan Israel tersebut pada larut malam tadi, sesaat sebelum pengumuman disampaikan pada Hari Kemanusiaan Sedunia," jelasnya.

Desakan Akuntabilitas

Menurut otoritas Australia, keputusan penutupan kasus ini sangat melukai perasaan keluarga Zomi, rekan sesama relawan, dan seluruh rakyat Australia. Menlu Wong menilai langkah Israel tersebut tidak memenuhi standar pertanggungjawaban internasional.

"Zomi merupakan sosok yang mencerminkan sisi terbaik Australia. Keberaniannya patut diapresiasi. Keluarganya berhak mendapatkan keadilan," tegas Wong.

Ia menambahkan bahwa negara-negara demokrasi seharusnya menerapkan standar akuntabilitas yang lebih tinggi terkait perlindungan warga sipil.

"Pemerintah Australia tidak akan berhenti mendesak Israel demi keadilan bagi Zomi dan rekan-rekannya," pungkasnya.

Respons Otoritas Israel

Sebelumnya, militer Israel mengumumkan penghentian penyelidikan pidana pada Rabu (19/8/2026). Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengakui bahwa serangan yang mengenai konvoi bantuan makanan tersebut adalah sebuah ketidaksengajaan.

Menanggapi pemanggilan oleh otoritas Australia, Dubes Hillel Newman menyampaikan rasa dukanya kepada keluarga korban. Namun, ia meminta pemerintah Australia menghormati kesimpulan hukum yang telah diambil negaranya.

"Keputusan bahwa tidak ada pertanggungjawaban pidana, kita harus menghormati kesimpulan tersebut," sebutnya.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:detik.com
Kategori:Basket
wwwwww