Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
10 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
16 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
9 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
10 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
9 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
DKI Jakarta
10 jam yang lalu
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
Home  /  Berita  /  Badminton

‎Pramono Ragu Groundbreaking Giant Sea Wall Digelar September

‎Pramono Ragu Groundbreaking Giant Sea Wall Digelar September
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.
Kamis, 20 Agustus 2026 10:45 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung belum dapat memastikan groundbreaking pembangunan tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall (GSW) bakal dilakukan sesuai rencana pada September 2026 mendatang.

Rencananya, proyek ini membentang sepanjang Pantai Utara Jawa (Pantura) mulai dari Provinsi Banten hingga Provinsi Jawa Timur.

‎
‎Padahal, pada 20 Januari 2026 lalu, Pramono Anung sempat berucap optimistis ihwal pemerintah akan melakukan groundbreaking proyek strategis nasional (PSN) itu pada September 2026.
‎
‎Saat itu, Pram menyampaikan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mendapatkan porsi pembangunan tanggul laut raksasa sepanjang 19 kilometer (km), bertambah dari sebelumnya hanya 12 km.
‎
‎Teranyar, Pram hanya mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta masih menunggu arahan penuh dari pemerintah pusat terkait pelaksanaan proyek GSW.
‎
‎"Ini kan pemerintah pusat. Kita menunggu saja. Oke, baik. Kita menunggu lah," kata Pram di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (19/8/2026).
‎
‎Saat ditanyakan perihal apakah groundbreaking GSW oleh Pemprov DKI Jakarta bakal on schedule, Pram belum dapat memastikan tanggal dan bulannya.
‎
‎"Loh, karena kan anunya pemerintah pusat. Karena kewenangan untuk Giant Sea Wall itu sepenuhnya pemerintah pusat. Pemerintah DKI Jakarta menunggu arahan pemerintah pusat," ujar Pram.
‎
‎Sebagai informasi, Presiden Prabowo Subianto bertekad memulai pembangunan tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall untuk mengamankan kawasan Pantura Pulau Jawa.
‎
‎Hal itu disampaikan Prabowo dalam pidato pengantar RAPBN 2027 beserta Nota Keuangan dalam Rapat Paripurna DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026 kemarin.
‎
‎Adapun proyek Giant Sea Wall diperkirakan membutuhkan waktu 15-20 tahun untuk penyelesaiannya.
‎
‎"Kita juga harus membangun Giant Sea Wall, tanggul besar untuk mengamankan pantai utara Pulau Jawa. Ini mutlak harus kita lakukan, jangan kita tunggu bencana datang," tutur Prabowo. ***

Editor:Senopati Ukoro
Kategori:Badminton, DKI Jakarta
wwwwww