Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
14 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
Kemenpora
24 jam yang lalu
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
3
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
8 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
7 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
7 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
6 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  KONI

Nilai Tukar Rupiah Melemah, Kinerja Neraca Pembayaran Jadi Sorotan

Nilai Tukar Rupiah Melemah, Kinerja Neraca Pembayaran Jadi Sorotan
Rupiah dan dolar AS. Foto: MI/Usman Iskandar.
Senin, 24 Agustus 2026 10:17 WIB

JAKARTA - Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terpantau lesu pada awal perdagangan pagi ini. Berdasarkan rilis data Yahoo Finance, Senin (24/8/2026) pukul 09.54 WIB, rupiah melemah ke level Rp17.700 per USD, atau turun 0,08 persen dari penutupan akhir pekan lalu yang berada di angka Rp17.685 per USD.

Pelemahan ini sejalan dengan pantauan data Bloomberg pada waktu yang sama. Mata uang kebanggaan Indonesia tersebut turun tipis 0,02 persen menjadi Rp17.698 per USD, bergeser dari posisi penutupan sebelumnya di level Rp17.694 per USD.

Proyeksi Penguatan Terbatas

Melihat fluktuasi pasar saat ini, Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova memperkirakan rupiah masih memiliki ruang untuk sedikit membaik hingga penutupan sesi perdagangan sore nanti.

"Rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan menguat tipis di kisaran Rp17.650-Rp17.700 dipengaruhi oleh global menjinaknya harga minyak dan mata uang kawasan regional yang mayoritas menguat," paparnya.

Meredanya harga energi global memang menjadi salah satu katalis utama di pasar saat ini. Harga minyak mentah Brent tercatat anjlok lebih dari 13 persen hingga berada di bawah level USD90 per barel. Tren penurunan ini merupakan respons pasar terhadap ekspektasi melambatnya ekonomi dunia akibat kebijakan pengetatan suku bunga oleh berbagai bank sentral.

Sorotan Kerapuhan Neraca Berjalan

Di tengah dinamika global, sentimen domestik turut menjadi perhatian utama para investor. Kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan II-2026 berhasil menekan defisit menjadi USD0,9 miliar, menyusut tajam dari defisit USD9,1 miliar pada triwulan I-2026.

Walaupun perbaikan angka defisit terlihat signifikan, struktur fundamentalnya masih menyisakan celah kerentanan karena sangat bergantung pada aliran modal jangka pendek (hot money).

"Hot money sangat deras masuk ke pasar keuangan Indonesia, dipengaruhi oleh naiknya yield obligasi pemerintah AS terutama yang jangka panjang, yang berarti naiknya yield, turunnya minat pelaku pasar," tukasnya. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:metrotvnews.com
Kategori:KONI
wwwwww