Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
13 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
Kemenpora
23 jam yang lalu
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
3
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
7 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
6 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
6 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
6 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Basket

Era Kompromi Berakhir, AS Peringatkan Konsekuensi Berat bagi Pendukung Iran

Era Kompromi Berakhir, AS Peringatkan Konsekuensi Berat bagi Pendukung Iran
Menteri Keuangan AS, Scott Bessent (foto: AP)
Senin, 24 Agustus 2026 10:30 WIB

JAKARTA - Kebijakan luar negeri Amerika Serikat (AS) terhadap Iran memasuki babak baru dengan diluncurkannya tekanan ekonomi berskala masif. Washington bersiap mengeksekusi apa yang mereka sebut sebagai "hari-H ekonomi" yang bertujuan menutup seluruh celah pendanaan rezim Teheran.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent menyatakan bahwa langkah agresif di sektor finansial ini merupakan kelanjutan dari keberhasilan melemahkan infrastruktur militer Iran. Informasi ini mengemuka ke publik pada Senin (24/8/2026).

Pengerahan Seluruh Sumber Daya

Dalam keterangannya, Bessent menegaskan bahwa pemerintah pusat akan menggunakan seluruh kewenangan lintas kelembagaan untuk memastikan isolasi ekonomi berjalan efektif.

"Presiden telah menciptakan kondisi untuk memanfaatkan setiap lembaga, setiap otoritas, dan tindakan yang menurut banyak orang tidak akan pernah kami lakukan. Tujuan kami adalah untuk memutuskan setiap jalur ekonomi yang menopang rezim tirani sampai Teheran berdiri sendiri," terangnya.

Langkah pengetatan di sektor keuangan ini, menurut pemerintah AS, menjadi eskalasi puncak setelah target keamanan sebelumnya dinilai tercapai.

"Presiden Trump telah melumpuhkan kemampuan militer Iran, menghancurkan hampir 100 persen pabrik militernya, dan mengubur program nuklirnya," imbuhnya.

Perubahan Paradigma Keamanan

Pemerintah AS juga mengirimkan sinyal peringatan bahwa mereka tidak lagi memberikan ruang negosiasi bagi pihak-pihak yang mencoba mencari celah keuntungan dari situasi di Iran.

"Mereka memperoleh kekuatan dari perhitungan yang menganggap pembalasan Iran sebagai sesuatu yang pasti dan penegakan hukum Amerika sebagai sesuatu yang dapat dinegosiasikan. Di bawah Presiden Trump, era itu telah berakhir," pungkasnya.

Kendati demikian, hingga berita ini diturunkan, arsitektur teknis dari sanksi finansial tersebut masih belum dirinci secara terbuka oleh otoritas terkait. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:okezone.com
Kategori:Basket
wwwwww