CCTV Dirusak Saat Demo di DPR, Pramono Minta Pelaku Ditindak
![]() |
| Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. |
Jum'at, 28 Agustus 2026 17:12 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta, aksi perusakan kamera pengawas atau CCTV saat kericuhan demonstrasi di kawasan DPR/MPR, Kamis (27/8/2026), diselidiki. Jika pelaku berhasil diidentifikasi, Pemprov DKI Jakarta akan mengambil tindakan lebih lanjut.
Pram mengatakan, dirinya telah meminta Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta, Marulina Dewi Mutiara untuk mempelajari peristiwa perusakan CCTV tersebut, termasuk mengidentifikasi pelaku dan mengetahui tujuan di balik tindakan itu.
"Dan kalau kemudian bisa terdeteksi tentunya kami akan melakukan tindakan lebih lanjut atas nama karena ini tidak diizinkan sama sekali untuk melakukan itu," kata Pram kepada wartawan, Jumat (28/8/2026).
Menurut Pram, perusakan CCTV maupun fasilitas umum (fasum) lainnya tidak dapat dibenarkan, terlebih aksi tersebut dilakukan di tengah penyampaian aspirasi masyarakat.
Ia menyayangkan adanya sejumlah oknum yang melakukan tindakan anarkis saat aksi massa di kawasan DPR/MPR. Menurutnya, tindakan perusakan justru tidak mendapat dukungan dari masyarakat.
"Tetapi kalau kemudian melakukan pengerusakan, anarkis, dan sebagainya, tentunya tidak ada masyarakat yang kemudian memberikan support untuk itu," ujarnya.
Pram menegaskan, aksi unjuk rasa merupakan hak warga negara dalam sistem demokrasi. Namun, hak tersebut harus dijalankan sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku.
"Yang berkaitan dengan demo. Seperti yang saya sampaikan berulang kali, sebagai negara demokrasi demo itu diperkenankan, diizinkan selama mengikuti prosedur dan sebagainya," tuturnya.
Pram mengungkapkan, dirinya bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) DKI Jakarta turut memantau jalannya aksi di kawasan DPR/MPR hingga berujung ricuh.
Ia menyebut, pemantauan dilakukan bersama Pangdam, Kapolda, dan Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda). Pramono juga berkoordinasi dengan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) DKI Jakarta yang bertanggung jawab menangani dampak aksi tersebut.
"Saya mendapatkan laporan kebetulan semalam kami memantau, memonitor bersama Bapak Pangdam, Bapak Kapolda, Kabinda, peristiwa yang ada di lapangan dan saya juga berkoordinasi dengan seluruh jajaran OPD DKI Jakarta yang bertanggung jawab terhadap apa aksi-aksi yang kemarin," ungkapnya.
Selain melakukan pemantauan, Pemprov DKI Jakarta langsung mengerahkan petugas untuk membersihkan sisa-sisa aksi setelah demonstrasi berakhir.
Pram menuturkan, petugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta bersama jajaran lainnya langsung turun ke lapangan setelah aksi berakhir sekitar pukul 00.30 hingga 01.30 WIB.
"Termasuk di dalamnya adalah begitu selesai aksi tadi malam di kurang lebih jam setengah satu, setengah dua, kalau dilihat di lapangan pasukan oranye, pasukan hijau, pasukan yang dimiliki oleh Pemerintah DKI Jakarta langsung membersihkan itu," ucapnya.
Pram menilai, langkah cepat tersebut membuat kondisi sejumlah ruas jalan di sekitar lokasi aksi kembali normal pada Jumat pagi.
"Maka kenapa di pagi hari relatif tadi semuanya jalan sudah normal kembali," lanjutnya.
Pemprov DKI Jakarta kini masih menelusuri perusakan CCTV tersebut. Identifikasi pelaku menjadi langkah awal sebelum menentukan tindakan lebih lanjut terhadap pihak yang terbukti melakukan perusakan fasilitas milik pemerintah.
"Penyampaian aspirasi tetap merupakan bagian dari demokrasi, tetapi tindakan perusakan tidak termasuk dalam hak yang dibenarkan dalam aksi unjuk rasa," pungkas Pram. ***
| Editor | : | Senopati Ukoro |
| Kategori | : | Badminton, DKI Jakarta |













