Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
10 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
16 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
9 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
10 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
9 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
DKI Jakarta
10 jam yang lalu
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
Home  /  Berita  /  Voli

Bahas Rekrutmen dan Karhutla, Panglima Jilah Temui Presiden Prabowo

Bahas Rekrutmen dan Karhutla, Panglima Jilah Temui Presiden Prabowo
Sabtu, 29 Agustus 2026 17:30 WIB

JAKARTA - Aspirasi masyarakat adat Dayak terkait batas persyaratan penerimaan aparat keamanan menjadi bahasan di Istana Kepresidenan Jakarta. Panglima Jilah mengusulkan kepada Presiden Prabowo Subianto agar warga Dayak yang bertato tetap diperbolehkan mendaftar sebagai calon anggota TNI maupun Polri.

Presiden Prabowo menerima usulan tersebut didampingi oleh Mensesneg Prasetyo Hadi serta Seskab Teddy Indra Wijaya. Dialog berfokus pada keinginan warga lokal Kalimantan untuk turut serta menjadi abdi negara meski terbentur aturan fisik terkait tato.

Akses Mengabdi Bagi Warga Adat

Tato bagi suku Dayak merupakan bagian dari identitas kebudayaan dan adat istiadat yang sudah turun-temurun. Seskab Teddy menjelaskan bahwa hal ini menjadi pertimbangan bagi pemerintah terkait penyesuaian aturan rekrutmen institusi keamanan.

"Keinginan warga Dayak untuk masuk menjadi anggota TNI-Polri, persyaratannya disesuaikan kembali, misalnya penggunaan tato bagi suku adat," jelasnya, Sabtu (29/8/2026).

Kolaborasi Pengendalian Karhutla

Lebih lanjut, dialog beralih pada isu kelestarian alam dan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Panglima Jilah memastikan keterlibatan aktif masyarakat adat dalam mengawasi lingkungan sekitar.

Langkah edukasi terus disalurkan melalui para tokoh adat untuk mencegah praktik pembakaran lahan secara ilegal. Tokoh adat dinilai mampu memberikan pemahaman yang lebih mudah diterima oleh masyarakat akar rumput.

Teddy menuturkan bahwa sinergi antara pemerintah dan masyarakat adat merupakan solusi jangka panjang dalam menekan angka karhutla di Kalimantan. "Bagi masyarakat adat, menjaga alam adalah bagian dari menjaga kehidupan. Karena itu, kolaborasi pemerintah dan masyarakat menjadi kunci untuk mencegah serta menangani karhutla secara bersama," pungkasnya.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:okezone.com
Kategori:Voli, DKI Jakarta
wwwwww