Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
14 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
Kemenpora
24 jam yang lalu
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
3
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
8 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
7 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
7 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
6 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Ketum PSSI Dorong Industri Sepakbola Bukan Lagi Beban Pembiayaan, Tapi Investasi

Ketum PSSI Dorong Industri Sepakbola Bukan Lagi Beban Pembiayaan, Tapi Investasi
KetuaUmum PSSI Erick Thohir saat menghadiri jumpa pers Super League 2026/2027. (Kemenpora)
Selasa, 01 September 2026 23:57 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Ketua Umum PSSI Erick Thohir menilai peningkatan kualitas penyelenggaraan liga sepakbola Indonesia semakin membaik dari tahun ke tahun. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Press Conference Super League 2026/2027 di SCTV Tower, Senayan City, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2026).

Menurut Erick, peningkatan kualitas ini tak terlepas dari kerja sama yang baik antara setiap stakeholder, meliputi organisasi, penyelenggara, sponsor, klub-klub peserta, broadcaster, hingga para suporter.

“Kita ini negara sepakbola, artinya kita tidak mungkin membangun sepak bola ini secara sendiri-sendiri. Stakeholder harus jadi satu, liganya harus bersih,” katanya.

Beberapa hal menjadi sorotan Erick Thohir untuk meningkatkan kualitas liga. Seperti keakuratan kepemimpinan wasit dan konsistensi klub dalam menampilkan permainan terbaik, yang semua itu bisa menaikkan rating liga sepak bola Indonesia di kancah dunia.

Menurut Erick, Super League telah menjadi bagian dari industri olahraga Tanah Air yang turut memberikan dampak pada sisi perekonomian negara. Untuk itu bersamaan dengan kualitas liga yang terus membaik, klub-klub pesertanya juga harus dalam keadaan sehat, salah satunya melalui komersialisasi.

“Karena tidak mungkin kita membangun liga tetapi klub-klubnya tidak sehat. Dengan kualitas klub yang diperbaiki, bisa berimbas pada pendapatannya yang naik,” katanya.

Ketum PSSI Erick mencatat terjadi peningkatan pada pendapatan liga dan juga klub dari tahun ke tahun. Dalam hal ini ia mendorong terjadi pemerataan kekuatan di antara klub-klub sepakbola profesional di Tanah Air. Sehingga industri sepakbola bukan lagi dipandang sebagai beban pembiayaan, melainkan bisa menjadi investasi yang berkelanjutan.

“Jadi saya selalu mendorong, bahwa olahraga ini bukan biaya, tetapi olahraga ini investasi. Investasi yang menghasilkan pendapatan untuk banyak pihak. Makin banyak klub yang sehat, liganya makin kompetitif, dan penontonnya makin banyak,” tegasnya.

Serangkaian acara mengisi konferensi pers ini yang diawali sambutan para pimpinan stakeholder meliputi Ketua Umum PSSI, Direktur Utama I League Ferry Paulus, Group CEO BRI Hery Gunardi, dan Direktur Emtek Media Harsiwi Achmad. Kemudian dilakukan penandatanganan jersey BRI, peluncuran bola resmi serta lagu tema Super League 2026/2027 bertajuk “Indonesia Menyala” yang dibawakan band The Next AJS, juga sesi tanya jawab media dengan sejumlah pelatih klub peserta yang hadir. ***

wwwwww